City Portal of Pekanbaru

Henry Yoso Islam, tak takut dikafirkan karena minta Rizieq ditangkap

henry-yoso.jpg
(ist)

JAKARTA - Pengacara yang kini menjadi wakil rakyat di Senayan, Henry Yosodiningrat minta kepolisian menangkap Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Ia sadar konsekuensi dari pernyataannya itu, tapi ia tak takut.

Henry siap disebut PKI atau dikafirkan oleh FPI. "Rizieq yang reaktif pasti akan bereaksi. Dia punya kepandaian untuk mem-PKI-kan orang. Mungkin saya akan dikatakan kafir atau PKI. Mengenai kafir atau tidaknya saya, hanya Allah yang tahu," ujarnya.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI tersebut usai mendatangi Markas Besar Polri di Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, untuk bertemu Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian agar segera menangkap Rizieq Shihab. Namun, Tito sedang tidak berada di kantornya. Ia kemudian diterima Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Pol Rikwanto.

Kepada Rikwanto, Henry meminta Polri untuk mempercepat proses hukum terhadap Rizieq Shihab. Bahkan ia ingin Polri menangkap Rizieq.

Hingga saat ini, ada enam laporan dugaan pidana yang ditujukan kepada Rizieq Shihab. Lima laporan ditangani Polda Metro Jaya. Sedangkan, satu laporan ditangani Polda Jawa Barat. Laporan tersebut dibagi dalam tiga kasus, yaitu pernyataan Rizieq soal palu arit di lembaran mata uang rupiah yang baru, dugaan penodaan agama, serta terkait penodaan dasar negara Pancasila.

Baca Juga: Pengibar Merah Putih bertuliskan Arab ditangkap, FPI: dia itu penyusup

"Kedatangan saya meminta perhatian Polri agar tidak ragu untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Rizieq Shihab," ujar Henry kepada pers di kompleks Mabes Polri, Jakarta.

Dia menilai ucapan dan tindakan Rizieq telah meresahkan masyarakat. Kata Henry, Rizieq memecah belah masyarakat. Hal itu, kata dia, terbukti dari banyaknya laporan terhadap Rizieq Shihab yang dilayangkan publik.

"Rizieq secara terus menerus telah melakukan berbagai perbuatan dan ucapan yang berisi provokasi, caci maki, dan fitnah terhadap berbagai pihak," kata dia.

Henry mengaku tak mau ambil pusing dengan reaksi Rizieq Shihab dan pendukungnya dengan sikapnya itu. Menurutnya, banyak rekannya yang telah disebut PKI oleh Rizieq. Ia juga menceritakan secuil biografinya sebelum dituduh macam-macam.

"Saya lahir dari rahim seorang ibu sebagai pejuang kemerdekaan. Ibu saya veteran. Ayah saya juga veteran. Dulu tentara rakyat, pejuang kemerdekaan. Artinya, saya bukan keturunan PKI," paparnya.

Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) itu juga menduga bakal mengalami kekerasan dari pihak Rizieq. Namun, dengan tegas dia menyatakan tidak takut dengan ancaman tersebut.

"Apa pun risikonya, saya siap. Atau mungkin saya dikatakan bodoh, jangan kan saya, Presiden saja dikatakan bodoh. Biar masyarakat yang nilai," kata dia.

Setelah dari Mabes Polri, Henry kemudian menyambangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan permintaan sama melalui surat. "Inti dari surat (yang disampaikan ke Kapolda Metro Jaya) itu adalah saya meminta perhatian dari institusi Polri agar tidak ragu-ragu untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Saudara Rizieq Syihab alias Habib Rizieq," ujar Henry kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Henry menyatakan ucapannya itu merupakan sikap pribadi, bukan mewakili kelompok atau partainya. Ia juga membantah ada perintah khusus dari pimpinan PDI Perjuangan, termasuk sang ketua umum, Megawati Soekarnoputri.

Henry mengatakan kedatangannya ke Polda Metro Jaya dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI dan tidak mewakili partai ataupun fraksinya. Sebagai anggota DPR, ia merasa berkewajiban menjalankan hak konstitusinya.

"Yakni mengutamakan mengedepankan kepentingan masyarakat untuk keutuhan NKRI, kemudian menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat, itu salah satu kewajiban konstitusi," kata dia.

Anggap wajar

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rikwanto kepada pers mengatakan, permintaan Henry Yosodiningrat agar Rizieq Shihab ditanggap sesuatu yang wajar. Apalagi, Henry merupakan anggota DPR yang bisa saja mewakilkan suara masyarakat.

"Beliau anggota DPR, bisa jadi mewakili suara masyarakat," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat.

Rikwanto menjelaskan desakan penahanan Rizieq dilatarbelakangi banyaknya pelaporan yang masuk ke polisi atas pelbagai kasus. Untuk hal ini, Rikwanto menegaskan proses pelaporan terus dikembangkan oleh kepolisian.

"Untuk masalah yang dilaporkan, dimana dilaporkannya kita proses. Sementara proses ada yang sudah penyelidikan, dan penyidikan," kata dia. (mer/mtrv/kps/dtc/sfa)