City Portal of Pekanbaru


Pengibar Merah Putih bertuliskan Arab ditangkap, FPI: dia itu penyusup

merah-putih.jpg
(ist)

JAKARTA - Seorang remaja berinisial NF, pembawa bendera Merah Putih bertuliskan huruf Arab dan bergambar dua pedang dalam unjuk rasa FPI di depan Mabes Polri awal pekan ini, ditangkap oleh kepolisian.

Remaja itu ditangkap di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017) malam. "Tadi malam kita sudah mengamankan satu orang laki-laki asalnya Klender, Jakarta Timur. Kita amankan di Pasar Minggu. Yang bersangkutan berinisial NF," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (20/1/2017).

Saat ditanya apakah yang bersangkutan merupakan anggota FPI, Argo belum bisa menjelaskannya.

"Pada saat unjuk rasa FPI, dia ikut di situ ya. Barang bukti yang disita ada bendera yang dicoret, sepeda motor juga ada yang dipakai pada saat kegiatan itu," ungkapnya.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk mengungkap motif. "Masih diperiksa. (Ada pihak lain yang menyuruh?) Nanti kami akan dalami lagi. Nanti ditanyakan," kata dia.

Ihwal apakah penanggung jawab demo juga akan diperiksa, Argo menyampaikan, bergantung pemeriksaan penyidik nanti. "Ya nanti itu perkembangan dari penyidik. Kalau ada arah ke sana, ya kita panggil. Kalau ada, ya kami periksa," jelasnya.

Atas perbuatannya NF terancam dijerat dengan UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Tuding penyusup

Sementara Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyebut bendera tersebut dibawa oleh sekelompok remaja ataupun anak baru gede (ABG).

Novel mengatakan jika dirinya ikut mengamankan pelaku yang membaa bendera Merah Putih dan menyusup di barisan FPI. Ia menyebutkan jika pembawa bendera tersebut tak menggunakan baju koko maupun peci.

Lebih lanjut Habib Novel mengatakan, ada dugaan sementara guna melakukan provokasi. Ia mengatakan provokasi sendiri dilakukan di tengah aksi unjuk rasa yang menyuarakan tuntutan agar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charliyan dicopot Kapolri.

Novel membantah tudingan FPI dan GNPF-MUI sengaja mengibarkan bendera tersebut saat aksi demo. "Kami mengamankan pengibar bendera itu atas inisiatif sendiri, karena dapat merugikan kami," kata dia.

"Front Pembela Islam tak pernah memiliki bendera yang memiliki bendera Merah Putih yang dicoret seperti itu," imbuhnya. (brts/newsth/sfa)