City Portal of Pekanbaru

Tiga korban melapor dalam 24 jam, awas penipuan marak!

penipuan.jpg
(ist)

PEKANBARU - Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, sudah tiga korban penipuan melapor ke Polresta Pekanbaru. Masyarakat diminta waspada!

Maraknya kasus penipuan dan penggelapan tersebut diungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Susanto. "Ada tiga kasus di Polresta, semua tindak pidana penipuan dan penggelapan," kata Susanto, Jumat (20/1/2017).

Kasus pertama, penggelapan kendaraan roda empat yang dilaporkan Efita Diran (44). Terlapor berinisial AA (21) merupakan karyawan toko bangunan milik Efita, yang kabur dengan mobil pikap Daihatsu saat disuruh mengantar barang bangunan pesanan konsumen.

Kemudian setelah pesanan diantar, sampai saat ini pelaku tidak kembali. Keberadaan pelaku dan mobil tersebut tidak diketahui sehingga Efita dirugikan sekira Rp75 juta.

Lalu kasus penipuan dan penggelapan juga menimpa Irwanto Rusli (51), yang melaporkan pelaku berinisial RR (29). Pada Maret 2015, Irwanto menyerahkan uang kepada pelaku yang baru dikenal untuk tambahan modal usaha pakaian wanita. Sebagai jaminan pelaku menyerahkan satu unit mobil Avanza atas nama Koperasi Karyawan Tri manunggal.

Selanjutnya setelah berjalan tak berapa lama, Irwanto ditelepon oleh ayah RR berisial MS (sekarang sudah almarhum). Setelah berbicara, disepakati untuk mengganti mobil jaminan tersebut di atas dengan satu unit mobil Xenia warna hitam atas nama M.

"Tetapi belakangan baru diketahui ternyata mobil Xenia tersebut adalah mobil rental dan kini sudah dibawa pemilik aslinya bernama M itu. Hingga laporan ini dibuat Irwanto telah tertipu dan uang digelapkan pelaku dengan kerugian Rp40 juta," ujar Kapolres.

Ternyata pelaku di atas RR juga melakukan penggelapan dalam laporan ketiga di Polresta Pekanbaru. Kali ini korbannya Hardi sejahtera (30), yang mengyampaikan bahwa RR menjanjikannya akan bekerja sebagai pegawai honorer di Pemerintah kota Pekanbaru.

Untuk itu RR meminta sejumlah uang tetapi sampai saat ini Hardi tidak juga mendapat pekerjaan di Pemerintah kota Pekanbaru. "Setiap kali diminta mengembalikan uang, RR selalu menghindar hingga korban dirugikan sekira Rp15 juta," tutur Kapolresta. (ant/sfa)