City Portal of Pekanbaru

Bantah dilepas, imigrasi sebut 34 pekerja China dititipkan di barak PLTU

pltu.jpg
(riau.go.id)

PEKANBARU - Beredar kabar puluhan pekerja asing ilegal China, yang diamankan dari lokasi proyek PLTU Tenayan Raya pekan lalu, dilepas. Kabar itu buru-buru dibantah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau.

"Tidak benar itu. Seluruh paspor masih kita tahan. Tidak ada yang dilepas," kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Riau, Sutrisno, di Pekanbaru, Minggu (22/1/2017).

Sutrisno menuturkan, hingga Jumat kemarin (20/1/2017), Imigrasi Pekanbaru telah mendata sebanyak 109 tenaga kerja asing. Sebanyak 21 di antaranya memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) sementara 88 lainnya hanya mengantongi visa kunjungan.

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melanjutkan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) satu persatu.

Namun, ia mengatakan kantor Imigrasi Pekanbaru memiliki keterbatasan tempat. Selain itu, ia juga mengatakan di kantor imigrasi Pekanbaru terdapat seratusan imigran pencari suaka asal Timur Tengah.

"Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, WNA China untuk sementara ditempatkan di barak PLTU Tenayan (Raya) dengan jaminan sponsor. Paspor kami tahan dan secara bertahap kami periksa satu persatu," tegasnya.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Riau pada Selasa (17/1/2017) lalu menggerebek lokasi proyek pembangunan PLTU Tenayan Raya. Saat itu, terdata 98 tenaga kerja asing (TKA) asal China ditemukan di lokasi proyek tersebut. Karena diduga ilegal, mereka selanjutnya berkoordinasi ke imigrasi Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Data jumlah yang diperiksa sempat membingungkan pada keesokan harinya. Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Riau yang sebelumnya menyatakan berhasil menemukan 98 TKA China, Imigrasi Pekanbaru menyatakan hanya 35 TKA yang di periksa.

Belakangan, PLN Wilayah Riau-Kepri menyatakan bahwa 34 dari 35 TKA China itu telah dilepaskan Imigrasi Pekanbaru.

Meski kemudian hal itu dibantah oleh Sutrisno. Saat dikonfirmasi ulang, dia menegaskan pemeriksaan masih terus berlanjut.

"Silahkan saja mereka berpendapat. Tapi yang jelas paspornya masih sama kami dan kami tetap lakukan pemeriksaan," ujarnya, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)