City Portal of Pekanbaru

Pertamina cari mitra buka SPBU mini di 4 kabupaten, Anda tertarik?

petugas.jpg
(ist)

PEKANBARU - Anda tertarik berbisnis bahan bakar minyak atau BBM?

PT Pertamina (Persero) wilayah Sumbar-Riau akan mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini dan kompak pada empat kabupaten di Riau 2017.

"Kami sedang mencari pengusaha yang mau membuka di Inhil dan Rohil," kata Marketing Branch Manager Pertamina Sumbar-Riau Ardyan Adhitia di Pekanbaru, Sabtu (21/1/2017).

Ardyan Adhitia menjelaskan pendirian SPBU mini dan kompak ini guna mewujudkan kebijakan Presiden Joko Widodo yakni program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga untuk seluruh Indonesia yang sudah diterapkan mulai 1 Januari 2017.

"Untuk Riau empat wilayah yang jadi target Inhil, Rohil, Bengkalis dan Meranti," terangnya.

Dari empat wilayah tersebut dua di antaranya saat ini sedang progres pencarian pengusaha sebagai pengelola.

Menurut dia, SPBU mini dan kompak sengaja ditargetkan bagi wilayah pinggiran dan kepulauan yang tidak terjangkau mobil tanki Pertamina.

"Yang sudah progres Inhil dan Rohil dan kini sedang pengusulan untuk beberapa pengusaha yang mau membangun di sana," rincinya.

Ia menyatakan dalam kebiijakan tersebut Pertamina diberi tugas sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tenentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional.

Tujuan Permen ESDM Nomor 36 Tahun 2016 ini adalah percepatan pemberlakuan Harga Jual Eceran BBM yang sama untuk seiuruh wilayah Negara Kesatuan Republik indonesia.

Jenis BBM yang diatur untuk menerapkan program tersebut adalah jenis BBM tertentu yaitu minyak solar 48 (Gas Oil) dan Minyak tanah dan BBM Khusus Penugasan (JBKP) yaitu bensin (Gasoline) RON 88.

Guna mewujudkan itulah Pertamina akan mendirikan SPBU mini dan kompak.

Keduanya didirikan pada lokasi- lokasi yang saat ini belum layak untuk untuk sebuah SPBU konvensional.

Misalkan terang dia mencontohkan bagi daerah yang hanya memiliki omzet satu ton atau 1.000 liter perhari, tidak mampu menutupi biaya operasional jika didirikan SPBU konvensional. Sehingga tidak ada pengusaha yang tertarik maka dalam program satu harga ini kami akan membangun SPBU mini atau kompak.

"Nah dengan program satu harga ini kami akan membangun suatu lembaga penyalur yang investasinya tidak terlalu besar," ucapnya.

SPBU kompak sangat diperuntukkan bagi wilayah dan kepulauan yang belum memiliki akses jalan yang bisa dilalui mobil tangki.

Berbicara target sebut Ardyan Adhitia pihaknya tidak ada batasan selama dibutuhkan masyarakat maka terus didorong pendiriannya.

"Kami bukan bicara target quota tetapi daerahnya, selama itu dibutuhkan masyarakat akan jalan terus," katanya.

Ia menambahkan untuk besaran investasi SPBU mini kisaran Rp1,1 miliar. Sementara untuk jenis kompak tentulah jauh lebih murah. (ant/sfa)