City Portal of Pekanbaru

Gawat, 30 persen pernikahan berakhir cerai

perceraian.jpg
(ist)

PEKANBARU - Angka perceraian di Riau pada 2016 tergolong tinggi, mencapai 30 persen. Perlu perhatian semua pihak!

Data itu diungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Riau. "Untuk tahun 2016 angka perceraian mencapai 30 persen dari angka pernikahan, dan rata-rata angka pernikahan sekitar 48 ribu per tahun," ujar Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Ahmad Supardi di Pekanbaru, Senin (23/1/2017).

Dia melanjutkan, tingginya angka perceraian di kabupaten dan kota di Riau harus mendapat perhatian serius dari semua kalangan. Khususnya Kementerian Agama.

Untuk mencegah perceraian, Kanwil Kemenag Provinsi Riau pada 2017 ini mewajibkan semua calon pengantin untuk mengikuti kursus pranikah.

"Calon pengantin diwajibkan mengikuti kursus sebagai persyaratan utama sebelum menikah," ujarnya.

Ia juga meminta agar semua pemerintah kabupaten dan kota mulai tahun ini mewajibkan kursus pranikah bagi calon pengantin. Minimal tahap awal dilakukan di ibukota provinsi.

Menurutnya, hingga kini daerah yang sudah melakukan kursus pranikah baru di Kota Pekanbaru dengan dua lembaga pelaksana, yaitu UIN Suska Riau dan BP4 Pekanbaru.

Ia juga menjelaskan materi untuk kursus terkait dengan pranikah, pasca pernikahan, kesehatan, pendidikan agama dan beberapa materi terkait lainnya.

"Kita sangat berharap ke depannya semua kabupaten dan kota bisa menerapkan ini sebagai upaya untuk menekan angka perceraian yang cukup tinggi," ujarnya, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)