City Portal of Pekanbaru

Gubernur nyatakan tahun ini Riau harus bebas bencana asap

andi-rachman.jpg
(istimewa)

PEKANBARU - Tahun ini Riau harus bebas dari bencana asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman minta semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, harus mendukung.

Andi Rachman, sapaan akrab gubernur, optimistis target itu bisa tercapai berkat kesuksesan menekan kasus Karhutla di 2016 lalu.

"Tahun lalu alhamdulillah asap jauh berkurang di Riau. Ini tentu karena semua bekerja melakukan pencegahan dini," kata Andi Rachmandalam pernyataan persnya, Senin (23/1/2017).

Andi mengatakan hal tersebut usai menghadiri pengarahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada 2017 di Istana Negara Jakarta, Senin.

Rakor tersebut dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta sejumlah menteri terkait. Hadir pula sejumlah kepala daerah, terutama daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, rombongan pejabat dari Riau yang ikut serta dalam rapat bersama Presiden adalah Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Irjen Pol. Zulkarnaen, Bupati Rohil Suyatno, Bupati Pelalawan HM Harris, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Wakil Bupati Siak Alfedri.

Kemudian hadir pula Pejabat (Pj) Bupati Kampar Syahrial Abdi, Wali Kota Dumai Zulkifli As, Kepala Dinas LHK Riau Yulwiriati Moesa, Kabag Humas Pemprov Riau Erisman Yahya dan sejumlah Kapolres di Riau.

Andi Rachman menyatakan, sejak awal tahun pihaknya telah berupaya mengantisipasi terjadinya karhutla. Pemerintah telah dan terus melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

Saat ini, sudah ada dua kabupaten di Riau yang ditetapkan Siaga Darurat sebagai langkah antisipasi Karhutla, yakni Rokan Hulu dan Kota Dumai. "Status ini membuat kita lebih leluasa bergerak melakukan antisipasi, baik antisipasi oleh pihak TNI, Polri maupun oleh pihak swasta," katanya.

Menurut dia, jika semua pihak bahu-membahu melakukan antisipasi, maka target Riau bebas asap pada 2017 bisa tercapai. "Masyarakat harus menyadari bahwa membakar hutan terutama untuk membuka lahan sebenarnya sangat merugikan," kata dia.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengarahan mengingatkan agar pada 2017 kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah harus diminimalisir. Upaya antisipasi harus ditingkatkan.

"Kita semuanya harus antisipasi, antisipasi jangan sampai peristiwa kebakaran 2015 lalu terulang kembali," tegas Presiden.

Jokowi mengatakan, kebakaran lahan dan hutan di 2015 lalu menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah. Saat itu, dampak kebakaran tidak hanya menekan angka pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengacaukan penerbangan.

Presiden mengungkapkan, bencana kabut asap di 2015 menyebabkan kerugian hingga Rp 220 triliun. (ant/sfa)