City Portal of Pekanbaru

Nelayan tewas 'overdosis' obat batuk, sempat gigit mesin pompong

ilustrasi-tewas.jpg
(ist)

TEMBILAHAN - Hati-hati dalam mengonsumsi obat. Jika dosisnya terlalu berlebihan, bisa berdampak fatal. Seperti dialami seorang nelayan di Indragiri Hilir, Provinsi Riau, yang tewas karena kelebihan dosis obat batuk.

Nelayan malang itu bernama Fathul Muin, warga Desa Sungai Buluh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

"Berdasarkan informasi warga setempat, Fathul Muin (korban) diketahui sering mengkonsumsi obat batuk secara berlebihan," kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK di Tembilahan, Selasa (24/1/2017).

Fathul kerap diingatkan oleh Bhabinkamtibmas Sungai Buluh mengenai dampak penyalahgunaan obat-obatan. Sayangnya, hal tersebut tidak pernah diindahkannya.

Puncaknya Minggu (22/1/2017) lalu. Diduga karena berlebihan mengonsumsi obat batuk, tingkah Fathul mulai tak karuan. Ia berjalan sambil berteriak kesakitan. Bahkan sempat menggigit mesin pompong yang ada di Pelantar.

"Pada hari Minggu sekira pukul 01.30 WIB, korban terlihat mondar mandir di Pelantar dan terlihat gelisah," terang Dolifar.

Melihat hal tersebut, warga sekitar tidak berani untuk keluar rumah, takut dengan hal-hal tak diinginkan. Hingga akhirnya Fathul terjatuh dan tersungkur di depan rumah seorang warga.

Setelah terjatuh, warga mencoba menolong Fathul ang saat itu terlihat dalam keadaan lemas. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek Kuindra AKP HZ Alimbi berserta personel Polsek Kuindra dan Tim Medis dari Puskesmas Sapat bergerak menuju TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap Fathul. Saat diperiksa, pada jasad korban ditemukan tanda-tanda overdosis. Yakni keluarnya cairan warna bening kecoklatan pada hidung Fathul, mengeluarkan buih atau busa berwarna putih pada mulut dan perut tampak keras.

Atas permintaan pihak keluarga, tidak dilakukan otopsi dan hannya dilakukan visum luar terhadap jasad Fathul oleh pihak medis dari Puskesmas Sapat.

Kapolres Inhil Dolifar Manurung mengingatkan kembali bahaya mengkonsumsi benda-benda luar dari fungsinya, karena bisa mengakibatkan kematian pada penggunanya.

"Untuk itu diharapkan peran serta masyarakat dan stakeholder terkait untuk ikut serta bersama Polres Inhil mengawasi dan mencegah keluarga dan lingkungan masyarakat dari tindakan penyalahgunaan pemakaian zat adiktif dan penyalahgunaan lem cap kambing serta bahan berbahaya lainnya," paparnya, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)