City Portal of Pekanbaru


Megawati resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri, gagal paham?

megawati.jpg
(ist)

JAKARTA - Saling lapor ke kepolisian sekarang seperti menjadi ‘tren’. Kini giliran Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang juga mantan Presiden RI, dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penodaan agama.

Pelapornya adalah Baharuzman, humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama.

"Jadi kemarin dilaporkannya. Isi laporan tersebut dalam kaitan pidato Bu Mega di acara HUT PDIP ke-44 yang ditayangkan di televisi pekan lalu. Pelapor berasal dari Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama, melaporkan ke polisi terkait dugaan penodaan agama," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Dalam laporan yang terdaftar dengan nomor LP/79/I/2017/Bareskrim tertanggal 23 Januari 2017 itu, Megawati dituduh telah melakukan tindak pidana penodaan agama sebagaimana dimaksud dengan Pasal 156 dan atau 156a KUHP.

Baharuzaman menengarai ada unsur penodaan agama dalam ucapan yang dilontarkan Mega ketika menyaksikan pidato sambutan Mega dalam acara HUT PDIP ke-44 di televisi.

"Setelah menyaksikan tayangan pidato terlapor di TV, pelapor kemudian mengunduh video pidato sambutan terlapor di Youtube dan menyimpannya dalam bentuk CD," kata Rikwanto.

Adapun kata-kata Megawati yang menurut Baharuzaman diduga menodai agama adalah "Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memosisikan diri mereka sebagai pembawa self fulfilling prophecy, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya."

Penyidik Bareskrim akan memroses laporan tersebut sebagaimana laporan lainnya. "Akan diproses seperti laporan biasa," kata Rikwanto.

Sebelumnya, adik Megawati, yakni Sukmawati Soekarnoputri melaporkan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, ke Polda Jawa Barat dengan tuduhan dugaan pelecehan terhadap dasar negara, Pancasila.

Hingga saat ini, ada enam laporan dugaan pidana yang ditujukan kepada Rizieq Shihab. Lima laporan ditangani Polda Metro Jaya. Sedangkan, satu laporan ditangani Polda Jawa Barat. Laporan tersebut dibagi dalam tiga kasus, yaitu pernyataan Rizieq soal palu arit di lembaran mata uang rupiah yang baru, dugaan penodaan agama, serta terkait penodaan dasar negara Pancasila.

Gagal paham

Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira meminta Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama Baharuzaman, yang melaporkan Megawati, mempelajari dulu isi pidato tersebut.

"Apanya yang penistaan? Saya kira yang melaporkan itu tidak memahami persoalan, isi dari pidato itu. Suruh pelajari dululah pidato itu," kata Andreas setelah mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.

Andreas lalu mengatakan DPP tak terlalu memusingkan laporan tersebut, tapi mau tak mau mereka harus bersiap melakukan pembelaan hukum untuk Megawati, "Cuma ya, apa ya, jadi terlalu naif," ujar Andreas.

Secara pribadi, Andreas berpendapat ada kelompok tertentu yang mendorong Baharuzaman untuk melapor. Namun ia tak mau menuding terlalu jauh. "Ya kalau dilihat dari isi dan substansi, keliatan ya mungkin faktor itu, kita nggak tahu." kata dia (ant/dtc/sfa).