City Portal of Pekanbaru

Waduh, taman Rp 9 miliar pohonnya banyak mati dan rumput liar

rth-tunjuk-ajar.jpg
(ist)

PEKANBARU - Inspeksi mendadak ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Tunjuk Ajar Integritas membuat wakil rakyat kecewa. Menghabiskan anggaran hingga Rp 9 miliar, hasilnya taman yang disebut wakil rakyat sebagai ‘asal-asalan’.

Ironisnya lagi, taman ini dibangun bersempena peringatan Hari Antikorupsi Internasional (HAKI) Tahun 2016 di Riau, Desember lalu.

Taman itu sendiri dibangun di Jalan Ahmad Yani, depan kediaman dinas Wali Kota Pekanbaru.
Anggota Komisi D DPRD Riau Abdul Wahid mengatakan, dengan alokasi anggaran yang dinilai cukup fantastis itu seharusnya sudah terbangun taman yang indah.

"Dari tinjauan kami tadi, sudah jelas terlihat tamannya dibangun asal-asalan. Banyak konsep pembangunan yang tidak matang, padahal anggarannya besar. Contohnya saja seperti penataan rumput dan tanaman yang tidak sesuai," tutur Abdul Wahid.

Kritikan juga datang dari anggota Komisi D DPRD Riau lainnya, Farida Safaat. Kata dia, tidak ada kesesuaian antara hasil yang didapat dari pembangunan taman yang menelan dana miliaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2016 itu.

"Sepanjang pengamatan kami, hasilnya tidak sesuai," kata dia.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah pohon yang ditanam di RTH Tunjuk Ajar Integritas sudah mati. Beberapa tanaman tampak tidak tertata karena ada yang tercabut dan rumput yang ditanam sebahagian sudah kalah dari rumput liar.

Melihat kondisi ini, Yusuf Sikumbang yang juga anggota Komisi D, mengatakan seharusnya ada penjagaan taman. "Minta saja Satpol PP untuk berjaga sehingga lebih aman," kata dia.

Pada hari itu Komisi D DPRD Riau yang membidangi infrastruktur meninjau empat proyek milik Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Riau. Selain RTH Taman Tunjuk Ajar Integritas, mereka juga meninjau Masjid Raya serta perbaikan saluran drainase yang berlokasi di Jalan Arengka.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Riau Dwi Agus Sumarno mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari anghota DPRD Riau.

Disinggung soal taman yang disebut asal-asalan padahal anggaran yang digunakan cukup besar, Dwi menyebut sesuai denga apa yang dianggarkan.

"Jangan nilai dari anggarannya, tetapi nilai dari bagaimana cara kami bekerja," ujar Dwi singkat. (ant/sfa)