City Portal of Pekanbaru


Waspada sudah 29 kasus DBD di awal 2017

pengasapan.jpg
(ist)

PEKANBARU - Masyarakat Pekanbaru diimbau untuk waspada dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, baru tiga pekan di 2017, sudah terdata 29 kasus DBD.

Demikian diungkap Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (23/1/2017). "Hingga pekan ketiga ini tercatat 29 kasus DBD, bertambah dari 21 kasus DBD pada pekan sebelumnya," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Diskes Pekanbaru, Gustiyanti.

Dia mengemukakan, Kecamatan Tampan merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi yang mencapai 10 kasus. Tampan sendiri merupakan kecamatan terluas dengan penduduk terpadat di Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, di Kecamatan Pekanbaru Kota, Rumbai Pesisir, Bukit Raya dan Payung Sekaki masing-masing tercatat tiga kasus DBD.

Di Kecamatan Lima Puluh dan Marpoyan Damai, masing-masing tercatat dua kasus DBD. Sementara itu di Sukajadi, Senapelan dan Tenayan Raya masing-masing tercatat satu kasus DBD. Dari seluruh kasus DBD tersebut, belum tercatat adanya korban jiwa.

Gustiyanti memperkirakan, jumlah kasus DBD tidak akan meningkat signifikan. Alasannya, sesuai prakiraan cuaca Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pekanbaru, akan memasuki musim kemarau pada Februari mendatang.

Meski begitu, ia tetap mengimbau agar warga Pekanbaru peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Karena hanya itu cara yang efektif untuk menekan berkembangnya jentik nyamuk. Dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Misalkan dengan melakukan gotong royong rutin bersama membersihkan parit dan sampah yang bisa menampung air.

"Seperti biasa program 3 M plus (Menutup, Menguras, Menimbun) plus menggunakan obat anti nyamuk dan bubuk abate," terangnya.

Selain itu Diskes juga akan berupaya menggelar foging bagi kawasan yang melapor dan didaerahnya sudah terdapat korban DBD.

"Meski dilakukan fogging ini bukanlah solusi, karena kalau sering akan meningkatkan resistensi bagi nyamuk," kata dia,tegasnya menambahkan. (ant/sfa)