City Portal of Pekanbaru


Diskusi ILC bertajuk "Membidik Rizieq" batal tayang, ada yang larang?

karni-ilyas.jpg
(ist)

JAKARTA - Acara diskusi favorit pemirsa televisi di Tanah Air, Indonesia Lawyers Club atau ILC, yang dipandu jurnalis kawakan, Karni Ilyas, kembali batal tayang di tvOne pada Selasa (24/1/2017) malam. Ada yang melarang?

Yang jelas, tema ILC yang batal tayang itu sangat aktual dan ramai jadi pembicaraan di tengah masyarakat. Yakni berjudul “Membidik Rizieq”.

Pengumuman batalnya siaran ILC bertajuk “Membidik Rizieq” itu disampaikan langsung oleh Karni Ilyas melalui akun Twitter-nya, @karniilyas, beberapa jam sebelum acara tersebut ditayangkan.

Dear Pencinta ILC: Dg beribu maaf,diskusi ILC berjudul "Membidik Rizieq" yg harusnya tayang malam ini, kami batalkan. Sampai ketemu ILC yad. Demikian ditulis Karni Ilyas.

Baca juga : 3 Pegawai Disdukcapil Ditangkap Lakukan Pungli, Barang Bukti Rp 2 Juta

Padahal sehari sebelumnya, Senin, Karni Ilyas sudah ‘mengkampanyekan’ di akun Twitter-nya yang memiliki 1,45 juta pengikut itu tentang diskusi ILC dengan tema menarik tersebut. Begini cuitannya:

Dear Pencinta ILC: Diskusi ILC, Selasa pkl 19.30, besok berjudul "Membidik Rizieq". Selamat menyaksikan.

Batalnya acara diskusi itu juga diketahui publik dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang seharusnya menjadi salah satu narasumber tadi malam.

"Barusan mendadak terima telepon bhw ILC malam ini dibatalkan," kata Fadli Zon melalui akun Twitter @fadlizon.

“Seharusnya saya menjadi salah satu nara sumber bertema ‘Habib Rizieq Dibidik’," tulis Fadli Zon menambahkan.

 

 

Seperti biasa, Karni Ilyas dan pihak tvOne tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pembatalan diskusi ILC. Dan bukan sekali ini acara diskusi yang kerap membahas tema-tema sensitif itu batal tayang di saat-saat terakhir.

Sebelumnya, pada 10 Januari 2017, Karni Ilyas lewat akun Twitter-nya mengumumkan pembatalan tayangan ILC bertajuk “Makar”. Tema ini merujuk pada penangkapan 12 tokoh dengan tuduhan melakukan upaya penggulingan pemerintahan yang sah atau makar jelang Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016 lalu, yang diikuti jutaan orang.

Sementara tema ILC bertajuk “Membidik Rizieq” diduga berkaitan dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, yang belakangan ini kerap dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah pihak.

Sampai saat ini, ada enam laporan dugaan pidana yang ditujukan kepada Rizieq Shihab. Lima laporan ditangani Polda Metro Jaya. Sedangkan, satu laporan ditangani Polda Jawa Barat. Laporan tersebut dibagi dalam tiga kasus, yaitu pernyataan Rizieq soal palu arit di lembaran mata uang rupiah yang baru, dugaan penodaan agama, serta terkait penodaan dasar negara Pancasila.

Dua pekan terakhir secara berturut-turut Rizieq diperiksa di Polda Jawa Barat dalam kasus penistaan dasar negara Pancasila dan pada Senin (23/1/2017) lalu diperiksa di Polda Metro Jaya soal palu arit di lembaran mata uang rupiah.

Baca juga : Periksa 21 Saksi Tewasnya Tiga Mahasiswa UII, Polisi Sita Tali Pemukul

Habib Rizieq dikenal kerap bersuara keras, bahkan langsung bergerak dengan massa pengikutnya, untuk menindak penyimpangan di masyarakat yang terkesan ‘dibiarkan’ oleh aparat penegak hukum.

Rizieq juga merupakan motor Aksi Bela Islam jilid I, II, dan III, untuk mendesak penegak hukum bertindak mengusut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI nonaktif, karena diduga menistakan agama Islam terkait pernyataan mengenai Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, September 2016.

Ahok akhirnya menjadi tersangka dan kini menjalani persidangan dalam kasus dugaan penistaan agama, meski tidak ditahan. (rmol/ntrl/sfa)