City Portal of Pekanbaru


Ramai diprotes TKI, Fahri Hamzah hapus cuitan 'babu mengemis' di luar negeri

fahri-hamzah.jpg
(ist)

JAKARTA - Bermaksud mengkritisi serbuan tenaga kerja asing ilegal ke Tanah Air akhir-akhir ini, terutama dari China, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah malah ramai diprotes gara-gara penggunakan kalimat 'mengemis menjadi babu' untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Sejumlah organisasi buruh meminta Dewan Kehormatan DPR (DPR) mempersoalkan cuitan Fahri di media sosial Twitter tersebut. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bahkan ikut berkomentar.

"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela..." demikian cuitan Fahri yang ditulis di akun @fahrihamzah pada Selasa (24/1/2017), pukul 4.14 WIB.

Tak ingin terjadi kesalahpahaman dan persoalan berlarut-larut, polisi asal Nusa Tenggara Barat itu meminta maaf. Ia sekaligus mengklarifikasi maksud dari kicauannya itu.

Fahri menjelaskan, ia justru untuk mengajak berpikir mengenai persoalan tenaga kerja asing yang menyerbu Indonesia.

"Saya tidak mau diplomatis, maksudnya saya apa adanya aja. Apa yang saya katakan sejak awal adalah soal kesibukan kita bukan pada isu inti. Justru saya ajak memikirkan fakta bahwa tenaga kerja asing menyerbu kita," kata politikus PKS itu, Selasa malam.

"Sementara rakyat sendiri sengsara di negeri orang, bahkan ada yang diperbudak, disiksa, dan diserap, menjadi komoditas perdagangan manusia. Ini nyata, bukan khayalan," jelasnya.

"Tapi apapun, Kita harus berhadapan. Kepada pemangku profesi yang merasa terhina saya minta maaf. Terima kasih," ujar Fahri dalam kicauan selanjutnya.

Sebelumnya, kicauan Fahri dikritik oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah: "Tak ada yang mengemis, mereka bekerja sebagai PRT di luar negeri secara terhormat. Apakah Anda sudah memartabatkan mereka? Revisi UU TKI jalan di tempat sejak 2010."

"Ironinya adalah dia ketua timwas TKI DPR RI," kata Anies lagi.

Sedangkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menulis "Saya anak babu. Ibu saya bekerja menjadi TKI secara terhormat. Tidak mengemis, tidak sakiti orang, tidak curi uang rakyat. Saya bangga pada Ibu. #MaafkanFahriBu."

Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI) lebih serius lagi. Mengklaim diri sebagai gabungan 55 organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong, LACI menyatakan apa yang diucapkan Fahri sebagai bentuk pelecehan terhadap para pekerja migran.

Ketua LACI Nur Halimah mengatakan cuitan Fahri merendahkan martabat pekerja Indonesia di luar negeri.

"Tahukah Bapak bahwa kami ini pekerja bukan babu. Kami mempunyai harkat dan martabat. Kami melakukan pekerjaan yang halal dengan setiap tetesan keringat kami, bukan hasil korupsi apalagi hasil mengemis! Perjuangan yang kami lakukan di sini telah memberikan penghidupan yang lebih layak bagi keluarga kami di kampung halaman, serta memberikan anak kami pendidikan dan jaminan kesehatan yang lebih baik," ujar Halimah

"Kami sudah tidak bisa diam lagi. Untuk itu, kami mendorong Mahkamah Kehormatan DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Fahri Hamzah dan mempertimbangkan pencopotan yang bersangkutan dari anggota DPR RI," demikian pernyataan LACI.

Setelah mengklarifikasi dan meminta maaf, Fahri Hamzah sendiri kemudian menghapus cuitannya yang memantik perdebatan tersebut. (cnni/dtc/sfa)