City Portal of Pekanbaru


Datangi rumah Kyai Ma'ruf minta maaf, Luhut dan Jokowi disebut pekerja Ahok

luhut.jpg
(ist)

JAKARTA - Sejatinya Partai Golkar mendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada DKI Jakarta 2017. Tapi pernyataan-pernyatan yang dilontarkan salah satu tokoh muda partai beringin, yakni Ahmad Doli Kurnia, kerap berseberangan.

Doli justru lantang mengeritik Ahok dalam berbabagai kesempatan. Yang paling akhir, ia mengingatkan jangan sampai publik dibohongi Ahok yang terpaksa kembali harus minta maaf karena begitu derasnya kecaman terhadap ia dan kuasa hukumnya dalam memperlakukan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, yang juga Rais Aam PBNU. Ahok dan tim kuasa hukum dinilai telah berbuat kasar dan melecehkan ulama sepuh itu di pengadilan dirinya.

Doli juga bersuara keras, mengkritisi kedatangan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Metro Irjen Pol M Iriawan, dan Pangdam Jayakarta Teddy Lhaksmana ke kediaman Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin, Rabu (1/2/2017) malam. Ia mensinyalir kedatangan tiga pejabat negara tersebut disinyalir berkaitan dengan pelecehan Ahok kepada KH Ma’ruf Amin.

Doli menilai, tidak bisa ditampik pertemuan itu pasti terkait dengan perilaku Ahok dan tim pengacaranya yang sebelumnya melecehkan Kyai Ma'ruf di persidangan sehari sebelumnya. Tersinggung dengan perkataan Ahok, apalagi sampai mengancam akan melaporkan Kyai Ma’ruf ke kepolisian karena dinilai memberi keternagan palsu, reaksi kemarahan datang begitu derasnya dari kalangan umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU).

"Ahok dan pendukungnya pun segera bekerja melakukan langkah-langkah antisipatif. Termasuk lah apa yang dilakukan Luhut," kata dia, seperti dikutip dari republika.co.id, Kamis (2/2/2017).

"Jadi saya tidak heran, Kapolda dan Luhut bergegas menyambangi KH Ma'ruf Amin. Karena sejak lama saya pernah mengemukakan bahwa Jokowi dan pemerintahannya adalah pekerja Ahok," kata dia tegas.

Dan peristiwa datangnya Luhut itu, menurut Doli, semakin menegaskan dugaan publik selama ini. "Apa hubungannya seorang Menko yang ngurusin laut ujug-ujug mendatangi Ketua MUI? Dan konon kabarnya Luhut menyampaikan permohonan maaf terhadap apa yang telah dilakukan Ahok," ujarnya.

Ia memandang, ini bukti menguatkan Luhut adalah tim suksesnya Ahok. Apalagi saat resmi menjadi Menko Maritim, pertama kali yang dilakukan Luhut adalah menegaskan proyek reklamasi Pulau G di Jakarta Utara akan terus dilanjutkan.

Doli pun heran saja Jokowi berkali-kali tidak jujur dengan mengatakan akan netral dalam Pilkada DKI. Dan heran juga, ada rahasia apa yang dimiliki Ahok, sehingga Jokowi harus mempertaruhkan bangsa ini demi Ahok yang prestasinya tak ada, kecuali terus-menerus membuat masalah.

"Ahok yang salah, yang minta maaf kok seorang menteri koordinator. Seperti kehilangan akal sehat saja," ujar dia.

Jangan mau dibohongi

Sebelumnya, menanggapi permintaan maaf Ahok atas perilaku dan ucapannya kepada Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di persidangan, Doli mengatakan masyarakat jangan lagi mau dibohongi oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut.


"Permintaan maaf Ahok yang kesekian kalinya ini menunjukkan ia tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Jadi untuk kali ini, masyarakat jangan mau dibohongi lagi dengan permintaan maaf Ahok," kata Doli, Rabu lalu.


Sebelumnya Ahok pun sudah meminta maaf kepada umat Islam soal omongannya terkait Surat Almaidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, September 2016. Namun ternyata permintaan maaf Ahok ini pun tidak tulus dengan berbagai sikap dan omongannya.

Insiden Ahok yang menilai Kyai Ma'ruf berbohong dan mengancam akan melaporkan kemudian meminta maaf, menurut Doli, hanya mengulang apa yang dulu Ahok lakukan. Hanya karena mendapatkan banyak protes dari warga NU dan umat Islam, Ahok baru merasa perlu meminta maaf.

"Padahal permintaan maaf Ahok ini hanya untuk kepentingan politik saja, dan nanti ia pasti akan mengulang kembali kesalahan yang sama," ujarnya.

Padahal kalau publik mencermati, Ahok pun sebenarnya enggan meminta maaf, karena yang pertama menyampaikan maaf tim suksesnya. Ahok, menurutnya di beberapa media online bahkan menyebut untuk apa ia meminta maaf. Baru kemudian setelah ada desakan kuat di publik, Ahok akhirnya mau meminta maaf kepada Kyai Ma’ruf.

Karena itu, tegas Doli Kurnia publik jangan mau dibohongi Ahok dengan ucapan permintaan maafnya. "Jangan mau lagi dibohongi dengan permintaan maaf. Belangnya sudah ketahuan," kata dia.

Lahir di Medan, Sumatera Utara, 17 Juli 1971, karier pria bernama lengkap Ahmad Doli Kurnia Tandjung ini bisa dibilang melesat di dunia politik. Ia sekarang merupakan anggota DPR dari Fraksi Golkar dan merupakan salah seorang Ketua DPP Partai Golkar.

Pengalaman berorganisasinya ditempa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2008-2011. Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unpad angkatan 1991 itu juga pernah menjabat President International Youth Movement for Climate Change 2010-2015.

Kini Doli juga dipercaya menjadi Ketua PPK Kosgoro 1957 (2013-2018) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golkar (2015-2018). (rpblk/pr/sfa)