City Portal of Pekanbaru


Sejumlah daerah diminta segera berlakukan siaga darurat Karhutla

karhutla.jpg
(ist)

PEKANBARU - Sejumlah kabupaten dan kota di Riau didorong untuk segera menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

"Iya, kita dorong (penetapan status) agar pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dapat terlaksana secara maksimal," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis (2/2/2017).

Dua kabupaten dan kota di Riau pada Januari 2017 lalu sudah menetapkan status siaga siaga darurat Karhutla, yakni Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai. Penetapan status itu menyusul ditemukannya sejumlah titik api di kedua wilayah tersebut pada awal tahun ini.

Tidak berselang lama, Pemerintah Provinsi Riau turut menetapkan status yang sama. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan status siaga darurat Karhutla berlaku selama 90 hari, hingga 30 April 2017 mendatang.

Beberapa alasan dikemukakan gubernur, di antaranya adalah mulai terpantau titik-titik api mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Riau pada awal 2017.

Kemudian prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru yang menyebut Riau akan segera memasuki musim kemarau pada Februari hingga pertengahan 2017.

Edwar meminta agar setiap daerah segera memutuskan menetapkan status siaga sebelum kondisi kebakaran sulit dikendalikan. Berkaca pada 2016 silam, Riau berhasil mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Keberhasilan itu tidak terlepas dari kerjasama seluruh pihak yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

"Jangan nanti sudah parah baru mereka menetapkan (status siaga darurat Karhutla)," ujarnya.

Edwar yang juga Penjabat Wali Kota Pekanbaru itu mengaku beberapa daerah sudah berkomunikasi dengan dirinya untuk menetapkan status siaga darurat Karhutla.

"Seperti Rokan Hilir, Pelalawan, Bengkalis. Dalam waktu dekat mungkin mereka menetapkan status tersebut," tuturnya, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)