City Portal of Pekanbaru


Rizieq tak akan datang diperiksa sebagai tersangka di Polda Jabar

habib-rizieq.jpg
(ist)

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab, imam besar Front Pembela Islam (FPI), tidak akan memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Barat untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden RI Soekarno, yang dijadwalkan pekan depan.

Rencananya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat akan memeriksa Habib Rizieq pada 7 Februari nanti. Itu akan menjadi pemeriksaan pertama Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri tersebut.

Akan tetapi, Habib Rizieq dan kuasa hukumnya menyatakan sampai hari ini belum menerima surat pemanggilan dari Polda Jawa Barat untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Karena surat itu penting bagi upaya hukum (praperadilan) klien kami," ujar Kiagus Muhammad Choiri, ketua bantuan hukum FPI Jawa Barat, dalam jumpa pers di Bandung, Jumat (3/2/2017).

Choiri mengatakan, Rizieq akan kooperatif apabila kepolisian sudah memenuhi hak-haknya. Seperti surat penetapan tersangka dan surat pemangilan pemeriksaan. "Kami sangat tahu klien kami orangnya sangat taat hukum," ujarnya.

Padahal pihak penyidik Polda Jawa Barat sudah menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka sejak Senin (30/1/2017) lalu. "Ini sangat aneh. Penetapan tersangka sudah empat hari lalu tapi sampai sekarang surat penetapannya belum kami terima," kata Choiri kepada para wartawan di Ponpes Annawawi Gedebage, Bandung.

Menurut Choiri, pihaknya sudah tiga kali mendatangi Polda Jawa Barat untuk meminta salinan surat kliennya sebagai tersangka. Namun pihak penyidik tak memberikan surat tersebut kepada dirinya dengan alasan menunggu instruksi pimpinan.

Choiri menuturkan, pada Rabu dan Kamis lalu, ia datang ke penyidik Polda Jabar untuk menanyakan surat penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka. Namun dua kali mendatangi penyidik surat tersebut tak pernah diberiman. Lalu Jumat ini ia kembali menemui penyidik yang menangani kliennya, namun tetap tak bisa mendapatkan surat tersebut.

"Kami hanya ditunjukkan sebuah amplop coklat yang bertuliskan kepada Yth Habib Rizieq. Tapi penyidik tak membuka isi surat tersebut dengan alasan kewenangan ada di pimpinan," tutur Choiri.

Untuk memastikan surat penetapan tersebut, sambung Choiri, pihaknya telah menghubungi FPI Pusat. Namun dari pihak FPI Pusat diperoleh informasi bahwa surat penetapan tersebut belum diterima. Karena itu, ia berharap Polda Jabar segera menyerahkan surat penetapan tersebut kepada kliennya.

"Sebagai kuasa hukum kami mempertanyakan masalah ini kepada Kapolda Jabar," kata dia.

Dikatakan Choiri, surat penetapan sebagai tersangka Habib Rizieq merupakan dasar bagi dirinya untuk melakukan langkah praperadilan penetapan status tersangka kepada kliennya. "Bagaimana kami mau mendaftarkan gugatan praperadilan sementara dasar gugatan (surat penetapan tersangka belum kami terima). Ini yang menjadi pertanyaan kami kepada Polda Jawa Barat mengapa sampai hari ini surat tersebut belum kami terima," ujar dia.

Sudah dikirim

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus sebelumnya mengatakan surat pemanggilan dan penetapan tersangka kepada Rizieq sudah dilayangkan. Kata dia, surat tersebut sudah dikirim ke kediaman Rizieq pada 2 Februari 2017.

Yusri mengatakan, apabila Rizieq tidak memenuhi panggilan pertama, pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan. Apabila, kembali tidak diindahkan, polisi akan menjemput paksa pentolan FPI itu.

Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat atas dugaan menghina Pancasila dan mencemarkan nama baik Presiden Soekarno terkait salah satu ceramahnya yang diunggah ke YouTube. Pentolan FPI ini disangkakan melanggar Pasal 154A KUHP tentang penistaan simbol negara dan Pasal 320 tentang pencemaran nama baik. (tmp/rpblk/sfa)