City Portal of Pekanbaru


Stok darah PMI Dumai kritis, cuma tersisa 24 kantong

donor-darah.jpg
(ist)

DUMAI - Persediaan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai dalam kondisi kritis, hanya tinggal 24 kantong. Itu hanya cukup untuk memenuhi permintaan dalam sehari.

Penggalangan darah dilakukan berbagai pihak sangat diharapkan PMI agar persediaan bertambah dan bisa melayani kebutuhan pasien, yang memerlukan seperti untuk operasi, kecelakaan, persalinan dan penderita DBD.

"PMI Dumai selain melayani permintaan di daerah sendiri juga memasok darah untuk kabupaten tetangga. Karena itu diharapkan peran semua pihak dalam mendonorkan darah," kata Wakil Ketua Harian PMI Dumai Jameni saat menghadiri donor darah PT Pelindo I Cabang Dumai, Jumat (3/2/2017).

Disebutkan, permintaan perhari keluarga pasien atau pasien berkisar 15 hingga 20 kantong per hari, karena itu dengan stok 24 dikhawatirkan stok mengalami kekosongan.

Donor darah adalah kegiatan kemanusiaan untuk membantu kesehatan sesama, selain itu juga bermanfaat bagi tubuh karena bisa membuat sirkulasi darah jadi lancar.

"Donor darah dilaksanakan Pelindo Dumai ini diharapkan bisa menambah persediaan kantong darah medis dan diadakan rutin minimal sekali dalam tiga bulan," harapnya.

Sementara, panitia pelaksana donor darah M Nirwan menyatakan, acara kemanusiaan ini untuk memperingati bulan kesehatan dan keselamatan kerja tahun 2017 dengan mengajak partisipasi perusahaan yang beroperasi di areal Pelindo dan mahasiswa.

"Selain karyawan Pelindo, kami juga melibatan perusahaan dalam kegiatan donor darah selama dua hari ini dan mudah-mudahan bisa membantu persediaan PMI," kata Nirwan Manager Sistem Manajemen dan Ketua PSFO Pelindo Dumai ini.

Seorang mahasiswa Sekolah Teknik Industri Dumai Rafidin mengaku baru pertama kali mengikuti donor darah ini dan terdorong untuk menyumbangkan darah agar bisa berguna bagi warga yang membutuhkan.

"Ini donor darah perdana, dan awalnya memang tegang dan takut, tapi demi kemanusiaan tidak apalah," ucap Rafidin. (ant/sfa)