City Portal of Pekanbaru


Jumlah penderita kanker di RSUD Arifin Achmad meningkat drastis

rsud-arifin-achmad.jpg
(ist)

PEKANBARU - Jumlah pasien kanker yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru tiap tahun meningkat dengan kisaran 20-50 persen.

"Terbanyak penderitanya wanita dengan kanker payudara," kata Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Nuzelly Husendi kepada pers pada peringatan hari kanker sedunia di car free day di Pekanbaru, Minggu (5/2/2017).

Menurut Nuzelly Husendi, peningkatan itu dikarenakan berbagai faktor. Bisa akibat mulai bertambahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kanker sehingga ditemukan penyakit baru.

Atau, katanya, diakibatkan sudah banyak yang tahu bahwa RSUD Arifin Achmad memiliki pelayanan khusus kanker dengan motto "one stop services" bagi kanker, sehingga warga dari segala penjuru datang berobat.

"Makanya peningkatan kasus kanker itu data pasien yang masuk ke RSUD untuk berobat kanker," kata Nuzelly Husendi.

Diakuinya, data tersebut tidak bisa dikatakan mewakili jumlah penderita kanker di Riau karena itu berdasarkan yang datang berobat ke RSUD.

Ia menjelaskan pada 2014 tercatat ada 1.035 pasien yang datang ke RSUD itu. Jumlah itu meningkat pada 2015 mencapai 2.950 orang.

"Kemudian 2016 naik lagi menjadi 3.584 orang. Dengan peningkatan kasus tesebut, dengan sendirinya biaya yang dibutuhkan untuk obat kanker meningkat tajam," ucapnya.

Masih menurut Nuzelly, pihaknya mencatat dari jumlah tersebut, sebanyak 1.100 pasien baru didiagnosa kanker, dengan jumlah 52,3 persen di antaranya membutuhkan tindakan radioterapi.

Karena itu, sambungnya dengan diresmikannya gedung baru Seruni RSUD ini maka pihaknya kini sudah bisa melayani penderita kanker dengan utuh. Sebab di tempat itu pasien bisa dilakukan tindakan deteksi dini hingga pemulihan saat kembali ke keluarga.

Sebab selain cara kemoterapi, kata Nuzelly, penanganan kasus kanker juga dapat dilakukan melalui radioterapi.

"Dimana sel-sel kanker diradiasi tanpa mengenai sel-sel normal di sekelilingnya," ujarnya.

RSUD itu, katanya, kini juga sudah memiliki 31 dokter spesialis, yang enam di antaranya fokus pada kanker.

Ia menilai saat ini sistem rujukan antara rumah sakit sudah mulai baik untuk kanker. Sehingga kesadaran orang berobat karena penyakit mematikan itu juga tinggi. Maka sangatlah pas kalau RSUD itu kini resmi miliki unit pelayanan kanker terpadu.

Nuzelly mengatakan, pelayanan kanker terpadu merupakan salah satu layanan unggulan RSUD Arifin Achmad yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur RSUD Arifin Achmad No. Kpts.430/IX/2016 tentang Penetapan Layanan Unggulan RSUD Arifin Achmad.

Menurut dia, pelayanan kanker terpadu melibatkan 16 divisi spesialistik kedokteran serta enam dokter spesialis konsultan onkologi yang saling mendukung dalam penanganan kasus kanker.

"Dengan adanya beberapa konsultan onkologi tersebut, maka dengan sendirinya RSUD Arifin Achmad menjadi pusat rujukan kasus-kasus kanker," ucapnya.

Diakui Nuzelly sejak RSUD membuka layanan kanker tindakan kemoterapi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Kami sudah mumpuni melakukan layanan pengobatan kanker tersebut," ucapnya.

Nuzelly mengatakan pengadaan alat Radioterapi Linac, Moulding dan TPS sebagian gedung merupakan hibah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pada 2015, telah diadakan CT-Simulator dan satu set TPS.

"Alat tersebut sudah mulai dioperasikan dari bulan November 2009 lalu," kata dia. (ant/sfa)