City Portal of Pekanbaru


Ketersediaan listrik masih jadi kendala investasi di Riau

pltu.jpg
(riau.go.id)

PEKANBARU - Belum adanya jaminan ketersediaan listrik masih menjadi kendala penanaman investadi di Riau. Pemerintah daerah itu segera teratasi setelah PLTU Tenayan Raya beroperasi secara maksimal.

"Investasi di industri level menengah butuh jaminan ini, seperti pabrik pengolahan kelapa sawit. Sementara, kondisi kelistrikan di Riau tak memadai," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Evarefita kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (6/2/2017).

Meski demikian, Evarefita optimistis dalam jangka satu tahun ke depan, keadaan tersebut bisa diatasi. Itu karena pembangkit PLTU Tenayan sudah beroperasi dan dilanjutkan pembangunan gardu induk di Perawang, Kabupaten Siak, serta jaringan transmisi yang menjangkau seluruh Riau.

Terkait terhambatnya pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi oleh sejumlah perizinan dan pembebasan lahan, Evarefita mengaku tidak mengetahui secara persis. Namun dari informasi yang ia terima, pembangunan tersebut sudah berjalan.

"Memang ada hambatan terkait RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) yang belum kelar. Namun, persoalan itu saat ini sudah dalam tahapan final dan sebentar lagi akan disahkan," katanya.

Ia mendapat informasi saat rapat dengan Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, disebutkan bahwa RTRW Riau akan disahkan pada bulan Maret mendatang. "Ketika RTRW sudah tuntas maka target investasi kita akan lebih dari sebelumnya. Kendala dalam kawasan RTRW, sudah masuk dalam proyek strategis pemerintah," ujarnya.

Evarefita menjelaskan, tahun ini Riau diberikan target untuk investasi baik itu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) Rp20,3 triliun. Jumlah itu naik dari target tahun 2016 yang hanya Rp18 triliun.

"Kalau tahun lalu capaian target investasi di Riau hanya Rp14,65 triliun di mana PMA 8,5 triliun dan PMDN sekitar Rp6 triliunan," ujar Evarefita.

Untuk kabupaten/kota dengan investasi terbesar itu adalah Dumai, Siak, Pelalawan dan Pekanbaru serta Indragiri Hulu. Diperkirakan tahun 2017, Kota Dumai masih menjadi target investasi besar di Riau.

"Sedangkan sektor yang masih menjadi sasaran pada tahun 2016 lalu minyak pengolahan CPO, Tanaman Pangan, Real Estate dan Perhotelan. Tahun ini kita selaraskan dengan Wisata," jelasnya.

Secara nasional sendiri, pada 2016 posisi target investasi sektor PMDN Riau berada di nomor 10 di Indonesia sedangkan PMA berada di posisi nomor 11 nasional. "Sedangkan tahun 2015 PMA nomor 14 dan PMDN nomor 7, kemudian target kita 2017 disamakan dengan Sumut dan Sumsel," ujar Evarefita, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)