City Portal of Pekanbaru

KH Ma'ruf tak mempan, kini Ahok seret lagi saksi pelapor ke polisi

tunda-sidang.jpg
(ist)

JAKARTA - Satu lagi saksi pelapor kasus dugaan penistaan agama dilaporkan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Polda Metro Jaya. Dengan demikian, sudah empat saksi pelapor yang diperkarakan ke polisi.

Yang paling akhir dilaporkan adalah Muhammad Asroi Saputra, 36 tahun, yang diduga memberikan keterangan palsu dalam persidangan Ahok pada 24 Januari lalu di auditorium Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

"Kami melaporkan untuk keempat kalinya saksi pelapor yang memberikan keterangan palsu, kali ini kira laporkan Muhammad Asroi, asal Padang Sidempuan," ujar I Wayan Sidharta, salah satu pengacara Ahok, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/2) malam.

Sebelumnya, tim pengacara Ahok telah melaporkan Habib Novel, Habib Muchsin dan juga Willyuddin Abdul Rasyid. Ketiganya dilaporkan juga karena diduga memberikan keterangan palsu di persidangan.

I Wayan menuturkan, Asroi telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan bahwa ucapan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menyakiti hati seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Ia juga menyebut bahwa kemarahan dirinya mewakili kemarahan seluruh umat Islam di seluruh dunia.

"Dia menyatakan mewakili umat Muslim sedunia lalu kita tanya di persidangan? Betul tidak negara memberikan mandat ke dia, dia kebingungan," ucapnya.

Kemudian, kuasa hukum Ahok mengirim surat konfirmasi ke puluhan negara yang berpenduduk muslim dan pihaknya mendapatkan tanggapan dari satu negara, yaitu negara Suruname, Amerika Selatan. "Dari salah satu negara menjawab Suriname bahwa tidak ada hubungan," kata dia.

Pengacara Ahok lainnya, Rolas Sitinjak mengatakan pengiriman surat ke berbagai negara muslim tersebut dilakukan sejak 30 Januari 2017 lalu. "Ada puluhan negara yang kami kirimi, terutama negara-negara berpenduduk Muslim," kata dia.

Saat melaporkan, tim kuasa Ahok membawa beberapa barang bukti berupa transkip dan rekaman pernyatan Asroi dan juga surat yang dikirimkan ke negara Suriname. "Transkip dan rekaman, sama surat keterangan dari negara. Dikirimnya macam-macam ada yang langsung dibawa, dikirim, sama lewat email," kata Rolas.

Laporan mereka diterima dengan nomor polisi, LP/651/II/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 6 Januari 2017 atas nama pelapor Roy Riki Gunawan Siregar dan terlapor M. Asroi Saputra.

Ahok dan tim kuasa hukumnya sebelumnya juga mengancam akan melaporkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin ke polisi dengan tuduhan sama, memberi keterangan palsu di persidangan, terkait kesaksiannya di sidang Ahok pada Selasa pekan lalu. Namun ini justru menjadi blunder bagi Ahok dan kuasa hukumnya, karena umat Muslim, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), mengecam keras arogansi mereka. Ahok dan kuasa hukumnya juga dinilai bersikap kasar dan melecehkan KH Ma’ruf Amin, yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Begitu derasnya gelombang kritikan membuat Ahok dan kuasa hukumnya menjilat ludah sendiri, menyatakan tak pernah mengancam akan melaporkan KH Ma’ruf ke polisi. Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu juga terpaksa kembali meminta maaf.

Laporkan Ahok

Sementara itu, Ketua Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim) Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait dengan dugaan penghinaan terhadap Ketua MUI KH Ma'ruf Amin saat menjadi saksi di sidang Ahok pekan lalu.

Selain itu, laporan Sam terkait pula dengan dugaan penyadapan ilegal kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut kuasa hukum Ahok di sidang yang sama. "Saudara Basuki telah mengulangi perbuatannya yang relatif sama dengan penistaan agama," kata Sam di Gedung Bareskrim, Jakarta, Senin.

Menurut dia, tindakan Ahok telah membuat keresahan di masyarakat, khususnya antarumat beragama. Hal itulah yang mendasari Sam untuk melaporkan Ahok ke kepolisian. Ia berharap polisi bisa menerima laporan Sam dan memprosesnya dengan transparan dan tanpa memihak. "Cepat dan tidak sepihak," kata dia.

Sayang, satu jam lebih Sam melapor namun belum ada penyidik polisi yang menerima aduannya. Menurut Sam, dirinya diminta menunggu lantaran para penyidik sedang ada rapat. "Kami diminta menunggu dan akan diterima lagi," ucap Sam. (rpblk/tmp/sfa)