City Portal of Pekanbaru

KLHK gelar perkara ilog Kerumutan, Eduwar: sudah menjurus tersangka

ilog.jpg
(ist)

PEKANBARU - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Sumatera melakukan gelar perkara terkait penangkapan pelaku pembalakan liar di kawasan hutan lindung Suaka Margastwa Kerumutan, Pelalawan.

"Siang ini kita lakukan gelar perkara kasus ini," kata Kepala BPPH Wilayah II Sumatera Eduwar Hutapea di Pekanbaru, Senin (6/2/2017).

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama dengan BPPH Wilayah II Sumatera menggerebek lokasi pembalakan liar (illegal logging atau ilog) di kawasan hutan Suaka Margastwa Kerumutan, Pelalawan, akhir Januari lalu.

Hasilnya petugas menyita 100 meter kubik kayu gelondongan jenis Meranti senilai lebih setengah miliar rupiah. Selain itu, turut diamankan seorang pelaku berinisial KM (34), yang merupakan koordinator aksi pembalakan liar itu.

Eduwar menuturkan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi sebelum memutuskan melakukan gelar perkara tersebut.

"Nanti dari gelar perkara kita baru tetapkan dia sebagai tersangka atau tidak. Sebenarnya sudah menjurus sebagai tersangka, namun kita perlu pelajari konstruksi hukumnya," tutur Eduwar.

Lebih jauh, dia memberikan sejumlah saat disinggung terkesan lambannya penetapan KM sebagai tersangka meski tertangkap tangan dengan barang bukti fantastis tersebut.

"Selama kita menangani kasus illegal logging, sudah dua kali kami dipraperadilankan," ujarnya.

"Alhamdulillah keduanya kita menang. Untuk itu kami perlu berhati-hati karena pembalakan liar ini banyak kepentingan di belakangnya," lanjut dia.

Hutan Kerumutan ditetapkan sebagai kawasan konservasi suaka marga satwa oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1979 dengan luas sekitar 120.000 hektare. Lokasi kawasan itu berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Pada 2015 lalu, kebakaran hebat terjadi di kawasan tersebut hingga Satgas Karhutla Riau harus menerjunkan Kostrad untuk melakukan pemadaman. (ant/sfa)