City Portal of Pekanbaru


Berdamai, kasus guru tampar 46 murid dihentikan

stop.jpg
(ist)

PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau menyatakan proses hukum kasus guru sekaligus kepala sekolah MM (57), yang memukuli 46 muridnya di SMP Yyayasan Kartini Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir dihentikan karena telah dilakukan mediasi berbagai pihak.

"Bupati Rohil menyampaikan ke Kapolsek Panipahan untuk difasilitasi. Hasil pertemuannya secara tertulis dengan keputusan untuk tidak melanjutkan ke penegak hukum," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Guntur Arya Tejo di Pekanbaru, Senin (6/2/2017).

Dia mengatakan fasilitasi pertemuan itu dihadiri orangtua murid yang melaporkan ke polisi, guru, Dinas Pendidikan Rohil, dan pihak yayasan. Meski tidak tidak dilanjutkan, catatan dan syaratnya guru tersebut diminta tidak lagi mengajar di SMP Yayasan Kartini itu.

Akhirnya itu disetujui dengan Bupati Rohil mengambil alih guru tersebut yang statusnya juga pegawai negeri sipil. MM selanjutnya akan ditampung oleh Disdik Rohil. "Bupati sudah menyanggupi untuk segera menarik kepsek dan guru itu dan akan dikeluarkan surat keputusan (SK) secepatnya," jelas Guntur.

Rabu pekan lalu sejumlah siswa diketahui bolos atau menambah libur Imlek yang diberikan hanya pada 28 Februari-31 Januari. Keesokan harinya, guru MM marah dan menunggu di pintu masing-masing kelas.

Kepsek kemudian memanggil para siswa yang bolos pada Rabu (1/1). Di dekat pintu kelas itulah ketika siswa yang bolos dipanggil keluar ditampar, dijewer, dan dikemplang satu-satu hingga total berjumlah 46 siswa.

"Aada murid lapor ke orangtuanya melalui telepon seluler. Beberapa saat kemudian datanglah orangtua, dan guru itu diamankan ke Poksek Panipahan," ungkap Guntur.

Dari hasil visum di Puskesmas setempat terhadap 18 siswa, memang ada memar di pipi dan telinga para siswa. (ant/sfa)