City Portal of Pekanbaru


Bingung ditanya soal pornografi, Firza Husein ajukan praperadilan

firza-husein.jpg
(ist)

JAKARTA - Melalui kuasa hukumnya, Firza Husein mengajukan praperadilan terhadap status hukumnya sebagai tersangka kasus dugaan upaya penggulingan pemerintah yang sah atau makar
sebagaimana ditetapkan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Mengajukan praperadilan," kata pengacara Firza Husein, Dahlia Zein, di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Dahlia mempertanyakan penyidik menahan Firza terkait kasus dugaan makar, namun kliennya justru mendapatkan pertanyaan mengenai soal dugaan tindak pidana pornografi.

Menurut Dahlia, penyidik kepolisian memasukkan materi penyidikan dugaan pornografi pada berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saya bingung kenapa BAP-nya digabungkan," ujar Dahlia.

Dahlian menuturkan gugatan praperadilan itu sebagai upaya membebaskan Firza dari penetapan sebagai tersangka upaya makar.

Firza Husein ditangkap untuk keduakalinya di rumah keluarganya Jalan Makmur, Jakarta Timur, pada Selasa, 31 Januari 2017. Penyidik kepolisian menahan Firza sebagai tersangka dugaan percobaan makar selama 20 hari di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

Pihak pengacara memprotes penangkapan Firza karena selama ini kliennya itu bertindak kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Rabu pekan lalu, tim pengacara Firza juga telah mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Metro Jaya. Selain bersikap kooperatif, kuasa hukum menyebut Firza tengah sakit.

Aziz Yanuar, kuasa hukum Firza Husein, mengatakan kliennya menderita sakit jantung saat ditangkap aparat Kepolisian Polda Metro. "Menurut keterangan dokter RS Bhayangkara demikian (sakit jantung)," ujar Aziz.

Namun hingga Senin sore belum ada kepastian Polri memenuhi permohonan penangguhan penahanan Firza. “Belum ada kabar soal penangguhannya," kata Aziz Yanuar. (ant/sfa)