City Portal of Pekanbaru


Dari 88 pekerja asing ilegal ditahan, baru 14 dideportasi ke China

tka-china.jpg
(goriau)

PEKANBARU - Seperti janjinya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau mendeportasi sebanyak 14 tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China ke negaranya. Mereka itu sebelumnya diciduk dari lokasi proyek pembangunan PLTU Tenayan Raya, Pekanbaru.

"14 TKA kita deportasi hari ini," kata Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Riau, Ferdinand Siagian di Pekanbaru, Senin (6/2/2017).

Dia menjelaskan, pemulangan tersebut akan terus dikawal petugas Imigrasi Pekanbaru hingga mereka diterbangkan ke negara asalnya.

Dari Pekanbaru, ke 14 TKA itu akan diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sesampai di Jakarta, kata Ferdinand, mereka akan segera diterbangkan ke negara asalnya, China.

Pertengahan Januari lalu aparat Imigrasi Pekanbaru dan Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan PLTU Tenayan Raya. Hasilnya, petugas mengamankan 109 tenaga kerja asing asal China. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, diketahui 88 di antaranya tidak memiliki izin kerja resmi.

Hingga kini, kata Ferdinan, dari 88 TKA yang tidak berizin tersebut, baru 14 orang yang siap untuk dideportasi. “Sementara yang lain masih perlu melengkapi proses berita acara pemeriksaan,” kata dia.

Ferdinan mengatakan lambatnya proses pemeriksaan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adalah koordinasi antar instansi yang memakan waktu karena harus memeriksa satu per satu TKA.

Selain itu, pihak ke tiga PT Hypec yang mempekerjakan TKA itu juga cukup lambat memberikan paspor ke petugas imigrasi. 
"Tentunya yang lain akan dideportasi. Namun perlu waktu dan bertahap," jelasnya.

Khusus 14 TKA yang akan dideportasi tersebut, dia mengatakan PT Hypec bertanggung jawab membiayai biaya pemulangan tersebut. (ant/sfa)