City Portal of Pekanbaru

Darurat narkoba, polisi ungkap 31 kasus narkotika dalam sepekan

pengedar.jpg
(ist)

PEKANBARU - Peredaran narkotika di wilayah Riau masih tinggi. Dalam sepekan terakhir Januari 2017, misalnya, Polda Riau mengungkap 31 kasus narkotik dan obat-obatan terlarang.

"Ini signifikan sekali dalam sepakan 31 kasus. Menandakan semakin banyak pengguna dan semakin banyak pengecernya. Kita akan ungkap bandarnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Kombes Pol Guntur Arya Tejo di Pekanbaru, Selasa (7/2/2017).

Lebih lanjut dikatakannya bahwa 31 itu kasusnya saja. Sedangkan jumlah tersangkanya yang mencapai 46 orang. Pengungkapan tidak hanya dilakukan polisi resor kota dan kabupaten, tapi juga oleh Polda Riau, yakni sejumlah tujuh kasus.

Hal ini, kata dia, menandakan pengguna narkoba masih banyak di Riau dan pengedar semakin menjamur. Dengan berbagai pengungkapan ini diharapkannya seluruh pihak bersama-sama bersinergi untuk mencegah berbagai narkoba masuk Riau.

"Untuk pengguna agar segera melaporkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Kabupaten/Kota serta kepolisian untuk mendapatkan rehabilitasi supaya dipulihkan kembali," lanjut Guntur.

Kepada masyarakat, dia mengimbau jika mengetahui indikasi peredaran oleh orang yang diduga pelaku pengedar untuk sesegra mungkin menyampaikan ke polisi. Dia meyakinkan bahwa dijamin keterangan saksi dilindungi.

"Dengan begitu polisi akan lebih mudah bertindak pencegahan dan penegakannya. Jangan takut sampaikan informasi ke polisi," tanbahnya.

Dalam data sepekan tersebut sebagian besar tangkapan adalah kasus narkoba jenis sabu-sabu. "Banyak narkotika tersebut berasal dari Malaysia," kata dia. (ant/sfa)