City Portal of Pekanbaru


Ketua KPU tak tahu lima anggota KPPS mundur

coblos.jpg
(ist)

PEKANBARU - Lima anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya , Pekanbaru, mengundurkan diri. Padahal, pemungutan suara Pilkada Pekanbaru 2017 tinggal delapan hari lagi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru akan mempertanyakan hal tersebut ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sail.

"Saya belum tahu dan menerima informasi mundurnya KPPS tersebut," kata Ketua KPU Pekanbaru Amiruddin Sijaya saat dikonfirmasi , Selasa (7/2/2017).

Amiruddin bahkan balik bertanya kapan waktu kelima anggota KPPS tersebut mundur secara berjamaah. Namun, setelah disampaikan data dari pemberitaan ia berjanji coba mengecek.

"Saya akan konfirmasi dulu dengan Korwilnya (koordinator wilayah)," terang dia saat dimintai tanggapan.

Menurutnya kalaupun itu benar adanya KPU belum bisa langsung berinisiatif bertindak karena itu masih di wilayah PPS, artinya kekuasaan itu berjenjang.

"Semoga PPS bisa menyelesaikan itu tanpa turun tangan KPU," sarannya.

Meski demikian Amiruddin mengingatkan PPS, apapun alasannya KPPS di wilayah tersebut harus ada, karena demi kelancaran penyelenggaraan Pilkada 2017.

"Tetapi sekali lagi saya berharap kekosongan KPPS tidak terjadi," katanya mengakhiri.

Sebelumnya, sebanyak lima orang anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, memilih mengundurkan diri karena merasa tidak dihargai.

"Benar, alasannya gini, pengajuan itu ada tujuh orang (anggota KPPS), ternyata diselipkan satu orang di TPS kita. Kami sesuai dengan yang kami ajukan, bukan domain kami penambahan dari luar," ujar Ketua KPPS Kelurahan Sail Birman Simamora saat dikonfirmasi, Senin (6/2).

Diterangkannya, bahwa ada lima orang total yang mengundurkan diri termasuk dirinya karena dinilai keberadaan mereka tidak dihargai.

Maka pihaknya secara kolektif sudah membuat surat pengunduran diri dan ditembuskan ke KPU, Panwaslu dan lainnya.

"Apa yang kita lakukan seolah-olah tidak dihargai, kami ini apa? SK juga ditulis atas nama, mana ada SK atas nama," katanya menambahkan. (ant/sfa)