City Portal of Pekanbaru

BI Riau kini dipimpin seorang perempuan, Siti Aisyah

siti-aisyah.jpg
(ist)

PEKANBARU - Pucuk pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Riau berganti, dari pejabat lama Ismet Inono kepada Siti Astiyah yang menjadi pejabat baru.

Serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau yang baru, disaksikan oleh Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, digelar di Pekanbaru, Rabu (8/2/2017).

Siti Astiyah sebelumnya adalah Kepala Grup Departemen Riset Kebanksentralan BI. Sementara itu, Ismet Inono akan menempati jabatan baru sebagai Kepala Grup Asessemen dan Pengembangan UMKM di Kantor Perwakilan BI Jawa Barat.

"Pergantian ini merupakan bagian dari program BI untuk mematangkan kepemimpinan untuk menggapai visi BI 2024 sebagai bank sentral yang terbaik dan kredibel di regional," kata Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi.

Rosmaya berpesan agar perwakilan bank sentral didaerah mampu melihat pengaruh eksternal dan internal untuk memajukan ekonomi. Menurut dia, faktor eksternal pada tahun ini diperkirakan lebih baik karena pengaruh pemangkasan kuota produksi minyak mentah dunia sebesar 10 persen, yang mendongkrak harga komoditi nonminyak dan gas seperti batubara, emas dan nikel.

Meski begitu dampak dari kebijakan Amerika Serikat dan Tiongkok, terutama rencana kenaikan bunga acuan bank sentral AS, masih akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

Sementara itu, faktor domestik yang masih menjadi tantangan adalah bagaimana upaya menekan inflasi dari "volatile food" seperti harga cabai dan barang yang harus dikendalikan, serta lambannya respon perbankan melaksanakan kebijakan BI untuk meningkatkan penyaluran kredit dari tahun 2016 yang hanya 7,9 persen.

"Di daerah BI tidak bisa sendirian, perlu kerjasama dengan pemerintah daerah dan pemangku kebijakan lainnya," ujarnya.

Asisten II Setdaprov Riau Masperi mengatakan pemerintah daerah siap untuk bersinergi lebih erat dengan BI demi meningkatkan perekonomian. Apalagi ekonomi Riau pada 2016 mengalami pertumbuhan lebih baik, yakni sebesar 2,23 persen, jauh lebih tinggi ketimbang 2015 yang hanya 0,22 persen. Koordinasi dengan BI dan pemerintah kabupaten/kota di Riau akan terus ditingkatkan untuk menekan inflasi yang pada 2016 mencapai 4,04 persen.

"Sinergi perlu kita jaga dan tingkatkan sehingga inflasi terjaga, pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan semoga kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik," kata Masperi, seperti dikutip dari antarariau. (sfa)