City Portal of Pekanbaru


Harga TBS sawit Riau turun di di minggu kedua Februari, ini sebabnya

buah-kelapa-sawit.jpg
(istimewa)

PEKANBARU - Harga tandan buah segar (TBS) CPO Riau untuk periode 8-14 Februari 2017 tercatat sebesar Rp2.271,13/kg. Mengalami penurunan sebesar Rp32,68/kg dibandingkan harga seminggu sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2.303,81/kg.

"Penurunan itu akibat faktor internal yakni merosotnya harga CPO dari seluruh perusahaan sumber data. Sedangkan untuk harga kernel pada beberapa perusahaan sumber data memang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Riau Ferry Hc, Rabu (8/2/2017).

Menurut dia, untuk harga CPO PTPNV mengalami penurunan Rp118,73/kg, Sinar Mas Group menurun Rp100/kg, Astra Agro Lestari Group turun sebesar Rp116,36/kg.

Penurunan yang sama juga dialami Asian Agri Group merosot sebesar Rp97,84/kg, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan Rp169/kg.

"Untuk harga kernel Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp194,89/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp13,68/kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp3,31/kg dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan harga sebesar Rp122/kg," katanya.

Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi turunnya harga TBS CPO Riau yakni dipicu oleh naiknya angka produksi sedangkan angka permintaan relatif sama.

Mengutip bloomberg, Jumat (3/2), harga CPO kontrak pengiriman April 2017 di Malaysia Derivative Exchange tergerus 0,55 persen ke level RM 3.055 per metrik ton dibandingkan sehari sebelumnya.

"Dalam sepekan terakhir CPO melemah 0,48 persen, selain itu juga dipengaruhi adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea keluar CPO yang berlaku sejak Februari 2017, hal ini menyebabkan pengusaha menjadi kurang tertarik untuk mengekspor sehingga ekspor melemah," katanya.

Ia mengatakan, mengutip situs kontan.co.id, ditetapkannya bea keluar (BK) untuk minyak sawit mentah atau CPO sebesar 18 dolar AS per metrik ton berlaku sejak Februari 2017 oleh pemerintah berdampak cukup signifikan terhadap industri sawit di Tanah Air.

Penetapan BK ini, katanya lagi, mengikuti naiknya harga referensi produk CPO di pasar dunia dari 788,26 dolar AS per metrik ton menjadi 800 dolar AS per metrik ton. (ant/sfa)