City Portal of Pekanbaru


Tanggapi curhat SBY dengan bercanda, Jokowi: saya lalu ngadu sama siapa?

presiden-jokowi.jpg
(kantor staf presiden)

AMBON - Curhat dan pertanyaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada penguasa yang disampaikan melalui Twitter awal pekan ini, tentang rumahnya yang didemo oleh sekitar seratusan mahasiswa, dijawab Presiden Joko Widodo dengan bercanda.

Kata Jokowi, kalau semua soal ditanyakan kepada Presiden dan Kapolri, lalu dirinya bertanya sama siapa? Ia pun memperdengarkan tertawa khasnya.

"Kalau semua soal ditanyakan kepada Presiden dan Kapolri, semua akan bertanya kan ada Twitter. (Katanya), saya bertanya kepada Presiden dan Kapolri. Semua jadi bertanya, sekarang saya lihat banyak pertanyaan tentang segala soal. Terus saya sendiri bertanyanya kepada siapa?" kata Jokowi setengah bercanda, kepada wartawa di sela kunjungannya ke Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2017) malam.

Senin lalu SBY menyampaikan dalam akun Twitter-nya bahwa rumahnya di kawasan Kuningan dikepung massa.

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*" demikian cuitan SBY pada Senin (6/2/2017) pukul 15.05 WIB.

Selanjutnya mantan presiden itu mencuit "Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya.*SBY*. Tanda SBY menunjukkan bahwa SBY sendiri yang mengetik cuitan tersebut.

SBY menilai ada orang tertentu yang ingin melakukan provokasi terhadap dirinya. "Kemarin yang saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi dan agitasi terhadap mahasiswa untuk Tangkap SBY.*SBY*"

SBY kemudian masih mencuit "Saya bertanya kepada bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki? *SBY*".

Ia pun meminta keadilan. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Swt. *SBY*"

Menurut Presiden Jokowi, siapapun yang ingin membahas persoalan bangsa sebaiknya dirembuk dalam forum tertutup untuk mencari solusi terbaik.

"Lebih baik apabila semua hal yang berkaitan dengan negara itu dirembuk dibicarakan dalam forum tertutup," kata dia.

Jokowi menegaskan, bahwa persoalan bangsa harus dicarikan solusinya secara bersama-sama bukan dengan saling menyalahkan satu sama lain.

"Saya kira akan lebih baik, kemudian dicarikan solusi dan disampaikan kepada masyarakat, saya kira yang bagus seperti itu," kata dia.

Jokowi sekali lagi mengatakan, tidak harus segala soal ditanyakan kepada Presiden.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Maluku City Mal Ambon, Maluku, Rabu malam, Presiden Jokowi sempat menyambangi Toko Buku Gramedia dan berbelanja sejumlah buku bacaan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono. (ant/sfa)