City Portal of Pekanbaru


5 tahun mangkrak, ini dua opsi penuntasan pembangunan Pasar Cik Puan

pasar.jpg
(ist)

PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mengajukan dua opsi untuk diajukan ke Gubernur Riau sebagai upaya menyelesaikan permasalahan terbengkalainya pembangunan Pasar Cik Puan yang telah menghabiskan anggaran Rp22 miliar.

"Ada dua pilihan yang disepakati untuk disampaikan ke (Penjabat) Walikota dan selanjutnya disampaikan ke Gubernur Riau," kata Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Pekanbaru, Dedi Gusriadi, di Pekanbaru, Kamis (9/2/2017).

Dedi menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan usai menggelar rapat kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan yanga mangkrak selama lima tahun tersebut.

Ia menjabarkan, dua pilihan tersebut adalah menghibahkan seluruh pengelolaan aset ke Pemko Pekanbaru. Kemudian yang kedua pelepasan aset hanya untuk areal Pasar Cik Puan, sementara terminal yang berada di samping lokasi pembangunan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Riau.

"Makanismenya, aset yang diserahkan, dihapus dulu di Kartu Inventaris Barang (KIB) di Satker terkait masing-masing. Setelah itu dilakukan, baru di sertifikasi ulang di BPN (Badan Pertanahan Nasional)," jelasnya.

Meski begitu, dia mengatakan untuk memutuskan hal tersebut perlu persetujuan DPRD Kota Pekanbaru terlebih dahulu.

Ia mengatakan saat ini dirinya sedang fokus membahas keberadaan aset-aset tersebut. Lebih jauh, ia juga menolak apabila anggaran yang digelontorkan disebut mencapai Rp22 miliar. Menurutnya, Rp22 miliar itu adalah pagu anggaran, sementara dari hasil lelang dan tender hanya menghabiskan Rp18,6 miliar.

Pasar Cik Puan mulai dibangun sejak 2012 lalu. Pemerintah setempat dikabarkan telah mengucurkan dana hingga Rp22 miliar untuk membangun pasar yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai, yang merupakan salah satu pusat bisnis tersebut.

Secara fisik, pembangunan sudah mulai terlihat dengan berdirinya kerangka bangunan dengan ketinggian tiga lantai di atas lahan 22 hektare. Hingga kini, kelanjutan pasar tersebut masih belum jelas. Kerangka bangunan terbiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan.

Penjabat Walikota Pekanbaru Edwar Sanger beberapa waktu lalu menuturkan, kendala pembangunan pasar masih terkendala anggaran. Selain itu, lahan lokasi pembangunan juga masih tumpang tindih antara Pemkot Pekanbaru dan Pemprov Riau.

Namun, Edwar memastikan bahwa hasil koordinasi dia dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuahkan hasil positif.

"Pada prinsipnya Gubernur setuju apa maunya pemerintah kota," ujarnya.

Untuk itu, dia optimis selama dia menjabat sebagai Pj Wako Pekanbaru permasalahan tersebut akan segera terselesaikan.

Pasar Cik Puan saat ini tidak tertata rapi akibat bangunan hanya selesai kerangkanya saja. Bahkan, bangunan tersebut disinyalir dijadikan sarang untuk berbuat asusila. Padahal lokasinya persis di tengah kota Pekanbaru pusat pertumbuhan bisnis. (ant/sfa)