City Portal of Pekanbaru

Bawa sabu ke bandara, anggota Brimob sempat menolak pemeriksaan

narkoba-jenis-sabu-sabu.jpg
(istimewa)

PEKANBARU - Seorang anggota Brimob Polda Riau berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu), berinisial AK, tertangkap membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 1, 82 gram di ruang chek in Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu pukul 16.35 WIB.

"Saat ini anggota tersebut dan barang bukti sudah berada di Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Pekanbaru untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino di Pekanbaru, Minggu (12/2/2017).

Sore itu Aiptu AK sedang mengantar tamu AKBP H.D.P dan rekannya, J dan Jn, yang akan berangkat menggunakan pesawat Batik Air.

Saat pelaku melewati gerbang Xray, alarm berbunyi dan pihak keamanan selaku saksi meminta Aiptu AK mengeluarkan benda di dalam kantong.

Aparat bandara meminta Aiptu AK untuk diperiksa seluruh badan, namun pelaku menolak.

"Setelah kantong celana pelaku sebelah kiri dicek, kemudian ditemukan benda diduga sabu-sabu dalam bungkusan rokok," lanjut Dodi

Atas temuan tersebut Aiptu AK diamankan keamanan bandara dan dibawa ke kantor Aviation Security. Selanjutnya pihak AVSEC menghubungi pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Selanjutnya Wakil Komandan Satuan Brimobda Riau AKBP Abu Bakar Tertusi, Sik mendatangi kantor AVSEC untuk memastikan kebenaran bahwa Aiptu AK adalah anggotanya," katanya.

Satres Narkoba Pekanbaru lalu melakukan pengembangan dan hasilnya di dapur rumah Aiptu AK, di atas meja di dalam tas kamera warna hitam, juga ditemukan satu paket sedang sabu seberat 1,1 gram.

Setelah itu pengembangan dilakukan di kamar 816 di sebuah hotel, yang menurut keterangan anggota J dan Jn, didapati seperangkat bong untuk menggunakan sabu secara bersama.

"Aiptu AK mengakui sabu tersebut miliknyadan didapat dari bandar di Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru atas nama A. Urine Aiptu AK juga positif amphetamin (sabu)," demikian Kasubag Humas Polresta Pekanbaru. (ant/sfa)