City Portal of Pekanbaru


Jangan ambil hak orang miskin, pegawai negeri diimbau pakai Bright Gas

bright-gas.jpg
(ist)

PEKANBARU - Pertamina daerah pemasaran wilayah I Riau menargetkan beralihnya pengguna elpiji bersubsidi tiga kilogram sebesar 5-10 persen dengan diluncurkannya varian baru gas non subsidi Bright Gas 5,5 kilogram pada 2017.

"Harapan kami masyarakat mampu di Riau jangan lagi menggunakan elpiji 3 kg," kata General Manager Pertamina Marketing Operation (MOR) I Riau Romulo Hutapea di Pekanbaru, Minggu (12/2/2017).

Menurut Romulo Hutapea, Pertamina optimis 2017 ini pemakaian elpiji bersubsidi menurun salah satu caranya dengan upaya meluncurkan varian baru Bright Gas 5,5 kg.

Romulo Hutapea mengemukakan, dengan varian baru Bright Gas 5,5 kilogram tersebut pihaknya berharap pemenuhan elpiji bagi keluarga mampu akan tercapai. Sehingga mereka tidak lagi merebut hak orang miskin dengan memakai elpiji bertabung melon.

"Dengan beralihnya pengguna elpiji 3 kg sebesar 5-10 persen, maka akan mengurangi beban subsidi pemerintah," terangnya.

Menurut Romulo 2016 lalu kuota elpiji bersubsidi di Riau mencapai 124.000 metrik ton. Atau naik sebesar 12 persen dari 2015.

"Kalau didata jumlah tabung melonnya ada 41 juta," ucapnya.

Makanya Pertamina mencoba menjawab tantangan masyarakat dengan menyediakan varian baru gas non subsidi dengan kemasan lebih kecil sehingga bisa diangkat oleh kaum ibu, dan harganya terjangkau Rp60.000 serta memiliki warna menarik yakni pink.

"Ini kami harapkan bisa memenuhi harapan kelompok tertentu, kemasan, lebih ringan dari 12 kilo, harga lebih terjangkau," ulasnya.

Ia juga berharap kerjasama awak media untuk menginformasikan agar masyarakat yang mampu menggunakan gas non subsidi.

Serta bagi yang sudah terlanjur menggunakan tabung melon agar beralih agar tidak memakai hak orang miskin.

"Sementara kita ketahui pemerintah memberi kuota elpiji bersubsidi dibatasi hanya bagi kelompok miskin," tegasnya.

Ia menambahkan Pertamina mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab/Pemkot agar tidak menggunakan gas bersubsidi.

"Kami harapkan ASN Riau menggunakan Bright Gas" 5,5 kilogram seperti yang sudah kami lakukan dengan provinsi lainnya," kata dia menambahkan. (ant/sfa)