City Portal of Pekanbaru


Monumen Lokomotif Menjadi Saksi Penting Jejak Romusha di Riau

Monumen-Kereta-Api.jpg

MASA penjajahan selalu menyisakan banyak cerita yang terus diwariskan kepada anak cucu. Beragam cerita dimasa lalu menjadi kenangan dan sejarah yang patut dikenang, hasil perjuangan para pejuang terdahulu.

Di Pekanbaru, perjuangan para pejuang masa lalu tidak hanya meninggalkan cerita. Namun masih banyak saksi bisu yang bisa disaksikan langsung. Satu diantaranya adalah monumen lokomotif, yang berada di sekitaran kuburan Pahlawan Kerdja, Jalan Kaharuddin Nasution.

Lokomotif berwarna hitam, dengan panjang sekitar 10 meter tersebut tampak masih berdiri kokoh di bagian belakang makam pahlawan. Monumen ini diresmikan pemerintah tahun 1956. Sedangkan satu unit lagi berada di dalam kawasan kebun karet masyarakat, di jalan poros ganda, Kampar Kiri.

Pada monument lokomotif yang ada di Jalan Kaharuddin Nasution tampak ada peta sederhana, yang menjelaskan perlintasan rel kereta api membentang dari Padang, Padang Panjang, Solok , Muaro Kalaban, Muaro Sijunjung melintas ke Logas kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi hingga ke Sungai Pagar, Kampar dan Pekanbaru.

Ekolog Satwa dan Bentang Alam WWF Riau, Sunarto, yang pernah menelusuri jejak bentangan rel kereta api tersebut mengatakan, dari hasil penelusuran yang pernah ia lakukan bersama WWF Riau beberapa waktu lalu, serta dari sejumlah referensi yang ia baca, pada masa penjajahan Jepang dulunya, ada ribuan orang yang mati akibat dari romusha atau pekerjaan paksa untuk pembangunan rel kereta api di sana.

Diperkirakan, pekerjaan awal jalur kereta api ini dimulai dari ujung Pekanbaru. Kemudian agar pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat, dikerjakan juga jalur kereta api di Muaro Sijunjung, wilayah Sumatera Barat.

Namun sayangnya sekitar tahun 70-an, rel kereta api yang ada di Riau banyak yang hilang. Sementara, di kawasan Sumatera Barat, rel-rel tersebut masih ada. Seperti di pinggiran tepi danau Singkarak, Payakumbuh, Bukittinggi, Bahkan yang di Sawahlunto dijadikan salah satu objek wisata oleh pemerintah setempat. Tak heran, monumen lokomotif di Pekanbaru menjadi saksi penting bahwa pernah ada jejak sejarah romusya di Riau. (sfa)