City Portal of Pekanbaru


Ada keindahan eksotik dari Tari Zapin Api

Tari-Zapin-Api.jpg
(ist)

Kabupaten Bengkalis tidak hanya memiliki Pantai Pasir Panjang yang indah dengan hamparan pantai berpasir putih sepajang 13 kilometer di Pulau Rupat untuk dikunjungi.

Ada keindahan eksotik lain dari produk masa lalu pulau indah ini. Yakni atraksi seni Tari Zapin Api, tradisi unik Suku Akit. Tari Zapin Api adalah sedikit dari kekayaan budaya Suku Apit yang masih bertahan dari godaan modernisasi.

Suku Akit merupakan suku asli yang mendiami wilayah Pulau Rupat. Suku ini disebut orang Akit karena mereka kerap menggunakan rakit sebagai alat transportasi dalam aktivitas kesehariannya.

Belakangan ini Tarian Zapin Api kembali dihidupkan anak-anak muda Suku Akit di bawah bimbingan tetua suku. Pertunjukan langka ini bisa saksikan di pantai pasir putih Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, pada malam hari.

Tarian ini biasanya ditampilkan ketika ada permintaan dari tamu yang berkunjung. Dalam pementasannya, tarian ini agak berbau mistik. Sesuai dengan namanya, tarian ini menggunakan media api dan mantra-mantra.

Seperti halnya tari zapin lainnya, Zapin Api diiringi oleh irama dendang dan lantunan gambus dan marwas. Hanya saja lirik Zapin Api menusuk jiwa. Secara umum lagu-lagu itu bercerita tentang puja-puji kepada Tuhan, nabi, dan semangat perjuangan.

Ketika penari Zapin Api telah menghayati lantunan lagu, mereka akan kehilangan kesadaran, lalu menari mengikuti irama. Seketika semangat mereka membara dan disimbolkan dengan hentakan kaki mendekati bara api.

Mereka menyerbu bara api dari pelepah dan sabut kelapa seolah-olah sedang bermain lumpur. Tak hanya melompat-lompat, para penari bahkan tidur dibara api tersebut. Anehnya tak satupun bekas luka bakar di tubuh para penari ini. Mereka pun tak meringis menahan sakit akibat panas api.

Tarian ini melambangkan keberanian Melayu berperang. Ketidaktakutan terhadap api berarti ketidaktakutan terhadap mati. Menurut seorang lelaki tua penerus Zapin Api, Muhammad Nur, penari mengalami penangkapan indera terbalik terhadap dua hal, yakni api dan air.

Saat menari, mereka merasakan api seperti air, begitu juga sebaliknya. Kini tari Zapin Api telah menjadi hiburan langka di Pulau Rupat sendiri. Bahkan di Indonesia saja, tradisi ini hanya tersisa di Pulau Rupat dengan personil yang terbatas. Namun belakangan ini Pemkab Bengkalis mulai menghidupkan lagi tarian unik ini, karena Rupat akan dijadikan destinasi utama wisata Bengkalis.

Nah, jika ingin menyaksikan Zapin Api dan Suku Akit, sekaranglah saatnya. Sebelum semuanya terlindas atas nama modernisasi.


Akses menuju Rupat Utara dapat diakses dengan dua cara

  1. Naik Kapal Roro dari Pelabuhan TPI Kota Dumai selama 30 menit menuju ke Rupat Selatan, kemudian melanjutkan dengan jalan darat.
  2. Naik speedboat dari Pelabuhan Rakyat di Jembatan Budi Kemulyaan, Kota Dumai, langsung ke Tanjung Medang (Rupat Utara) dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Dari Pelabuhan Tanjung Medang menuju Desa Teluk Rhu naik ojek sekitar 30 menit.

Sebaiknya langsung menggunakan speedboat dari Pelabuhan Rakyat di Jembatan Budi Kemulyaan, akan lebih praktis, cepat. Speedboat tujuan Tanjung Medang berangkat setiap pukul 09.00 dan pukul 15.00. (*)