City Portal of Pekanbaru

Kemilau emas di selembar songket tahan hingga ratusan tahun

songket-melayu-pekanbaru-riau.jpg

Melayu Riau kaya dengan khazanah budayanya. Di antara yang amat menonjol adalah motif ornamen Melayu yang banyak dipakai untuk motif kain songket dan seni ukir. Motif atau corak dan ragi Melayu Riau ini memiliki ciri khas tersendiri.

Ragam motif dan corak kain tenunan songket Riau, kaya akan nilai keindahan dan estetika. Kain tenunan songket Riau ditenun dengan menggunakan benang sutra maupun benang kapas yang diselingi tenunan motif tertentu menggunakan benang emas atau perak.

Di Kota Pekanbaru terdapat beberapa sentra kerajinan tangan tenunan kain songket. Songket Riau memiliki banyak ragam motif dan corak. Namun secara umum motif songket yang digunakan, di antaranya motif kuntum bunga, motif siku keluang banji, motif siku awan, motif siku tunggal, motif pucuk rebung penuh, motif pucuk rebung bertabur, motif pucuk rebung bertali, motif daun tunggal, motif mata panah, dan motif tabir bintang.

Songket merupakan oleh-oleh yang paling banyak dicari tamu dari luar Riau. Sebab kain songket ini bisa bertahan hingga ratusan tahun.

Selain motif, keunikan lain dari kain tenunan Songket Melayu Riau adalah tampilan warna-warna terang. Sekarang songket tidak hanya dipakai oleh tokoh adat dan pejabat petinggi daerah ini. Semua masyarakat sudah biasa memakai songket. Selain dipakai untuk ke acara pesta, sekarang songket juga sudah banyak di pakai untuk seragam baju kerja di kantor.

Proses pembuatan tenun songket memang memakan waktu cukup cukup lama. Selama proses penenunan, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran. Untuk mendapatkan satu lembar tenunan kain songket ukuran 2 meter saja, membutuhkan waktu 15 hari hingga satu bulan. Tingkat kerumitan dalam menenun kain songket sangat bergantung dengan motifnya. Semakin rapat motifnya yang dibuat, maka semakin rumit pula proses penenunannya.

Seluruh proses penenunan songket ini masih dilakukan dengan cara tradisional. Seluruh motifnya dibuat melalui proses penenunan secara manual. Tidak ada menggunakan cap atau printing.

Harga songket bervariasi, tergantung jenis benang dan motif yang digunakan. Semakin rumit pengerjaannya, semakin langka motifnya, semakin mahal harganya.

Satu set pakaian, mulai dari baju, celana, dan kain sarung serta rok dijual mulai dari harga Rp 4 juta hingga belasan juta. Selain satu set pakain tersebut, juga ada paket pasangan ibu-bapak yang dijual rata-rata seharga
Rp.1,6 juta.(*)