City Portal of Pekanbaru

Presiden bicara Om Telolet Om, gubernur diteriaki pelajar

telolet-boss.jpg
(ist)

FENOMENA “Om Telolet Om” terus mewabah di Tanah Air. Presiden Joko Widodo pun ikut berkomentar.

Mulanya hanya lontaran kalimat anak-anak untuk meminta sopir bus membunyikan klakson, “Om Telolet Om” dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan menjadi trending topic dunia di Twitter.

"Ya ini kekuatan dan potensi media sosial yang kita lihat dan yaitu sebuah kesederhanaan, sebuah kesenangan, sebuah kebahagiaan dari rakyat untuk memperoleh sebuah hiburan atau sebuah hobi, saya kira sangat bagus sekali," kata Presiden Jokowi usai menghadiri deklarasi pemagangan nasional di KIIC, Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12).

Presiden melihat fenomena itu sebagai bagian cara unik warga untuk bersenang-senang atau mendapat hiburan.

Namun dia menegaskan harus adanya batas-batas yang tak boleh dilanggar dalam mencari hiburan semacam itu. Supaya tidak sampai membahayakan keselamatan warga.

"Ya pasti ada batas-batasnya, masa bus baru berjalan dicegat di tengah jalan ya kan. Hal-hal seperti itu yang dilarang,” kata dia.

Riau pun tak lepas dari ‘wabah’ fenomena “Om Telolet Om”. Seperti dialami oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat melakukan inspeksi ke salah satu gudang sembako di Jl Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Gubernur Arsyadjuliandi Rachman yang didampingi oleh Plt Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger dan Kapolda Riau Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara, serta rombongan pejabat lainnya, pergi ke tempat inspeksi dengan menaiki dua bus milik Pemprov Riau.

Sejumlah anak-anak sekolah iseng meneriaki bus dengan kalimat “Om Telolet Om”, sambil mengangkat jempol mereka. Kontan saja dibalas sopir dengan klakson, yang membuat para pejabat tersenyum.

Yang tak disangka-sangka oleh anak-anak itu adalah mereka didatangi Gubernur Arsyadjuliandi Rachman dan Kapolda Riau Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara. Mereka disalami kedua pejabat tersebut. (ant/grc)